Langsung ke konten utama

Puting Beliung Terjang Rumah di Gading Watu Menganti

Sebanyak 16 rumah di Desa Gading Watu, Kecamatan Menganti, Gresik, mengalami kerusakan setelah diterjang angin puting beliung, Sabtu (4/01/2020). Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. 

Pasalnya, angin puting beliung yang menerjang hanya menerpa bagian atap rumah dan genteng. H.Suwari (58) salah satu warga Desa Gading Watu menuturkan, kejadian angin puting beliung tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. 

Saat kejadian angin besar disertai awan gelap sehingga ada angin puting beliung lalu menerjang rumah warga. “Anginnya muter-muter sekitar 15 menit lalu dengan cepat menuju ke rumah warga sehingga menyebabkan atap rumah dan genteng berjatuhan,” ujarnya. 

Usai kejadian, beberapa staf pemerintahan desa dan kecamatan menuju ke lokasi. Informasinya, rumah yang terdampak angin puting beliung akan dapat ganti rugi. 

“Iya staf pak kades dan pak camat datang ke sini, nanti insya Allah dapat ganti rugi,” kata Suwari.Sementara Kapolsek Menganti AKP Tatak mengatakan atas kejadian tersebut tidak ada korban jiwa hanya kerugian materil dan atap rusak. “Berdasarkan laporan Bhabinkamtibmas ada 16 rumah warga yang mengalami kerusakan, dan tidak ada korban jiwa hanya kerusakan material saja,” pungkasnya.

Sumber : BeritaJatim

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...