Langsung ke konten utama

Call Center 112 Layanani 24 Jam Masyarakat Gresik

Pemkab Gresik melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Gresik kini telah memiliki Call Center 112 Yang siap melayani aduan kedaruratan 24 jam nonstop bebas Pulsa. Kepala Dinas Kominfo Gresik Budi Raharjo menjelaskan, setelah di SK-kan Bupati Gresik, Dinas Kominfo Gresik ditugaskan sebagai tim komunikasi dan informasi pada Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Non Alam dan percepatan penanganan COVID-19. Sabtu (21/3).


“Kami langsung mempersiapkan Call Centre 112 ini sebagai garda terdepan terutama untuk panggilan darurat yang berhubungan dengan Covid-19,” jelasnya. Budi juga berharap masyarakat memanfaatkan kanal darurat 112 ini untuk semua aduan kedaruratan yang berhubungan dengan keselamatan masyarakat Gresik. “Layanan kami 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu nonstop. 

Layanan ini terkoneksi dengan berbagai kanal kedaruratan yang lain misalnya pemadam kebakaran, ambulance, rumah sakit dan berbagai layanan kedaruratan yang lain, termasuk kepolisian,” tandasnya. 

Contoh layanan kedaruratan dimaksud, misalnya ada kebakaran, kecelakaan lalu lintas, kebencanaan atau bahkan ada pasien gawat darurat yang butuh pertolongan segera, bisa menghubungi Call Center 112 ini. 

Khusus untuk layanan penanggulangan COVID-19, Call Center 112 terkoneksi dengan layanan kesiagaan dan kedaruratan 119 milik Dinas Kesehatan Gresik. Budi mengingatkan, agar jangan main-main dengan Call Center bebas pulsa ini. Karena pihaknya akan memberikan sanksi apabila ada orang-orang iseng. “Kalau menelpon iseng sampai tiga kali, kami akan memblokir nomer penelopon minimal 24 jam. Namun kalua iseng tersebut membuat bahaya dan menciptakan kekacauan, maka akan kami proses sesuai hukum dan perundangan,” tegasnya. 

Terkait penugasan sebagai tim Informasi dan Komunikasi pada Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Non Alam dan percepatan penanganan COVID-19, Dinas Kominfo Gresik menggandeng para wartawan Gresik, para pegiat media sosial Gresik, stasiun radio swasta di Gresik, maupun komunitas radio di Gresik. “Kami akan optimalkan mereka untuk pencegahan covid-19 ini, terutama sosialisasi social distancing ke masyarakat Gresik agar lebih masiv,” pungkasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Desa "Karangpoh"

Karangpoh Penamaan desa karangpoh hampir mirip dengan sejarah Penamaan desa Karangturi . Dahulu diceritakan dalam buku berjudul "Sekelumit asal usul nama desa" yang ditulis oleh Loemaksono menceritakan Daerah disekitar Gresik banyak pohon Mangga. Pohon ini dijaga dengan baik oleh masyarakat disana dan dijadikan sebagai mata pencaharian  Penamaan Karang Poh ini tidak lepas dari proses berbuah pohon mangga yang senantiasa mengeluarkan bau harum ketika mulai ranum. Orang jawa menyebut buah mangga yang mulai ranum ini dengan " poh" . Ketika kulit poh yang mulai menguning inilah para petani mulai memanennya. dan dikumpulkan kedalam wadah besar yang terbuat bernama bojog .  Sebagai pegingat dan kenang kenangan tempat ini sekarang dinamai Karang Poh.yang berarti tempat atau hunian yang banyak dijumpai pohon mangga dan orang berjualan poh. Kondisi sekarang tentu sudah banyak berubah kita akan sangat sulit menemukan pohon mangga disana, hanya dibeberapa rumah pe...