Adu Banteng Brio dan Truk Trailer Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Balongbendo Sidoarjo, 2 Pengendara Motor Tewas di Tempat
INIGRESIK.COM - Jalur tengkorak nasional penghubung Mojokerto menuju Surabaya kembali memakan korban jiwa akibat kelalaian berkendara di jalan raya. Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan sekaligus terjadi di Jalan Raya Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu, 10 Juni 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. Insiden tragis pada pagi buta ini mengakibatkan dua orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian setelah dihantam truk trailer yang hilang kendali.
Tragedi ini bermula ketika sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi S-1865-PM melaju dari arah barat menuju ke timur. Mobil yang dikemudikan oleh Bashori Alwi, seorang pria berusia 56 tahun asal Sooko, Mojokerto, diduga kuat melaju dengan kondisi pengemudi yang kurang konsentrasi. Akibat hilangnya fokus mengemudi tersebut, laju mobil seketika berjalan terlalu ke kanan hingga memakan marka jalan dan masuk ke jalur berlawanan yang sangat membahayakan.Pada saat yang bersamaan, sebuah truk trailer raksasa dengan nomor polisi L-8249-UZ melaju dari arah berlawanan, yakni dari arah Surabaya menuju Mojokerto. Truk besar tersebut dikemudikan oleh Anang Sudiebyo, pria berusia 47 tahun yang merupakan warga asal Mojowarno, Jombang. Karena jarak kedua kendaraan yang sudah terlalu dekat, benturan keras adu banteng di jalur nasional ini tidak dapat dihindarkan lagi oleh kedua pengemudi.
Dampak dari tabrakan hebat tersebut membuat mobil Honda Brio langsung kehilangan kendali sepenuhnya di tengah jalan. Mobil berukuran ringkas itu berputar di aspal dengan keras hingga menghantam mobil Daihatsu Luxio bernomor polisi S-1198-NA yang tengah melintas tepat di belakangnya. Pola tabrakan beruntun ini langsung membuat situasi lalu lintas di kawasan Bakungtemenggungan berubah menjadi mencekam.
Di sisi lain, truk trailer yang terlibat benturan pertama juga mengalami remuk pada bagian depan dan kehilangan kendali akibat hantaman tersebut. Truk berukuran besar ini oleng ke arah kanan secara mendadak dan langsung menyasar jalur yang searah dengan mobil Honda Brio sebelumnya. Nahas, di jalur tersebut sedang melintas dua kendaraan roda dua yang tidak sempat menyelamatkan diri dari kejaran truk.
Dua sepeda motor yang menjadi korban hantaman truk trailer tersebut adalah Honda Scoopy dan Honda BeAT yang sedang melaju normal. Truk trailer tidak langsung berhenti setelah melindas kedua motor tersebut, melainkan terus melaju tanpa kendali hingga baru berhenti setelah menabrak pagar beton rumah milik warga setempat. Hantaman ke pagar rumah warga ini menimbulkan suara dentuman keras yang mengejutkan masyarakat sekitar lokasi kejadian.
Dua pengendara sepeda motor yang tertabrak truk trailer tersebut dilaporkan meninggal dunia seketika di lokasi kejadian karena mengalami luka yang sangat berat. Korban meninggal dunia pertama diidentifikasi bernama Sugito, seorang pria berusia 51 tahun yang merupakan warga lokal dari Desa Bakungtemenggungan, Balongbendo. Sementara korban meninggal dunia kedua adalah Rizal Afifudin, pemuda berusia 34 tahun asal Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang.
Aparat kepolisian dari Unit Lantas Polsek Balongbendo yang menerima laporan dari masyarakat langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Petugas kepolisian segera mengevakuasi jenazah kedua korban dari kolong kendaraan dan jalan raya menuju ke rumah sakit terdekat. Selain mengevakuasi korban, polisi juga fokus mengamankan lima kendaraan yang terlibat kecelakaan serta mengatur arus lalu lintas yang sempat mengalami kemacetan parah di kedua arah.
Pihak kepolisian juga langsung berkoordinasi dengan tim medis untuk memohon visum et repertum terhadap kedua jenazah korban guna melengkapi berkas penyidikan. Petugas di lapangan juga bergerak mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata yang melihat langsung kronologi kejadian tragis ini. Berdasarkan olah tempat kejadian perkara awal, polisi menyimpulkan sementara bahwa faktor utama penyebab kecelakaan adalah murni kelalaian manusia.
Pengemudi mobil Honda Brio dinilai kurang berkonsentrasi saat mengemudikan kendaraannya di jalur cepat antar kota pada pagi hari. Kurangnya fokus ini diduga bisa disebabkan oleh rasa kantuk yang menyerang pengemudi atau adanya gangguan aktivitas lain di dalam kabin mobil. Kendati demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan yang lebih mendalam dan komprehensif masih terus dilakukan secara bertahap.
Kerugian material yang ditimbulkan dari kecelakaan karambol yang melibatkan lima kendaraan ini ditaksir mencapai Rp 40 juta. Angka tersebut meliputi kerusakan parah pada bagian depan mobil Honda Brio, kerusakan truk trailer, kerusakan bodi Daihatsu Luxio, serta hancurnya dua sepeda motor korban dan pagar rumah warga. Seluruh kendaraan yang terlibat dalam insiden maut ini kini telah disita dan diamankan oleh petugas ke pos polisi terdekat sebagai barang bukti utama.
Guna penanganan hukum yang lebih lanjut dan mendalam, penanganan kasus kecelakaan maut ini kini telah dilimpahkan sepenuhnya dari Polsek Balongbendo ke Unit Gakkum Satlantas Polresta Sidoarjo. Kasus ini menjadi alarm keras bagi seluruh pengguna jalan raya, khususnya yang kerap melintasi jalur nasional Mojokerto-Surabaya, untuk selalu menjaga fokus dan memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum memutuskan untuk berkendara. Kecelakaan ini membuktikan bahwa kelalaian satu orang pengemudi di jalan raya dapat berdampak fatal dan merenggut nyawa orang lain yang sudah berkendara dengan benar. #gresik #sidoarjo #kecelakaan
.png)
Komentar
Posting Komentar