Langsung ke konten utama

Sejarah Kopiah " Pesantren, Nasionalisme dan Patriotisme"

Sejarah Kopiah

Kopiah/Peci/Tutup kepala yang berbahan beludru warna gelap dengan ketinggian antara 6-12 cm ini, seperti dilansir dari pesantrenvirtual.com bahwasanya bila dipandang dari segi bentuk merupakan modifikasi antara torbus Turki dengan peci India. Ada pula yang menyatakan bahwa kopiah memang asli kreasi nusantara. Penutup kepala, entah apakah bentuknya sama seperti kopiah-kopiah Indonesia sekarang, memang telah ada sejak dulu kala. (pesantren virtual)

Sejak awal pesantren menjadikan kopiah sebagai Tradisi yang melekat kuat dan menjadi ciri khas santrinya, sehingga seiiring perkembangan Indonesia Kopiah menjadi tradisi Indonesia, dan menjadi simbol nasionalisme, patriotisme Bangsa Indonesia, seperti yang ditunjukan tokoh proklamator kita Presiden Sukarno, dan tokoh tokoh perjuangan di awal kemerdekaan

Gresik dan Kopiah
Sebagai kota santri yang identik dengan pesantren, kopiah menjadi sangat melekat disini bahkan pusat produksi dan pembuatan kopiah ada banyak UKM dan Merk Kopiah Nasional yang berasal dari sini.


Kopiah dan Perkembangannya
Jenis Kopiah selain beludru, ada juga kopiah putih haji, Kopiah tulis, dan saat ini bermunculan  banyak   model baru yang bermunculan, salah satunya kopiah ceng ho



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adu Banteng Brio dan Truk Trailer Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Balongbendo Sidoarjo, 2 Pengendara Motor Tewas di Tempat

INIGRESIK.COM -  Jalur tengkorak nasional penghubung Mojokerto menuju Surabaya kembali memakan korban jiwa akibat kelalaian berkendara di jalan raya. Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan sekaligus terjadi di Jalan Raya Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu, 10 Juni 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. Insiden tragis pada pagi buta ini mengakibatkan dua orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian setelah dihantam truk trailer yang hilang kendali. Tragedi ini bermula ketika sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi S-1865-PM melaju dari arah barat menuju ke timur. Mobil yang dikemudikan oleh Bashori Alwi, seorang pria berusia 56 tahun asal Sooko, Mojokerto, diduga kuat melaju dengan kondisi pengemudi yang kurang konsentrasi. Akibat hilangnya fokus mengemudi tersebut, laju mobil seketika berjalan terlalu ke kanan hingga memakan marka jalan dan masuk ke jalur berlawanan yang sangat membahayakan. Pada saat yang bersamaan...