Langsung ke konten utama

Sejarah Pondok Ihyaul Ulum Dukun

Pondok Pesanten adalah salah satu elemen yang tidak terpisahkan dalam sejarah Gresik sebagai kota santri, Salah satunya yaitu Pondok Pesantren Ihyaul Ulum yang berlokasi di Desa dukunanyar Kecamatan Dukun, sebelah barat laut kota Gresik, sekitar ± 28 km dari kota kabupaten Gresik,

Berdiri Sejak 1 januari 1951 oleh seorang ulama’ yang cukup dikenal di daerah Kabupaten Gresik dan sekitarnya, beliau bernama KH. Ma’shum Sufyan. Seperti kabanyakan pondok besar diawali dari yang kecil seperti di ihyaul ulum juga diawali mengaji di rumah, yang kemudian menyebar ke masyarakat sekitar yang berminat untuk mendalami ilmu agama khususnya tentang al-Qur’an, maka rumah beliau menjadi sentral kegiatan pengajian (rumah tersebut masih berwujud aslinya dan terawat hingga sekarang).

Seiring berputarnya waktu, pengaruh KH. Ma’shum Sufyan semakin meluas di kalangan masyarakat, bersama mbah H. Rusydi (mertua beliau) yang memberi dukungan penuh baik moril maupun materiil untuk membangun langgar dengan beberapa gotha’an di pekarangan depan rumah beliau sebagi tempat mengaji dan istirahatnya para santri. yang kemudian menjadi awal sejarah Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Dukun







Moch. Taufiq (ditulis kembali dari sumber: buku diktat Empat Windu IKAPPI Dukun Gresik Tahun 1985) - mi-ihyaul-ulum.blogspot.com| Gresik tempo doloe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Damar Kurung Gresik Tembus Kemasan Teh Botol Sosro, Nyala Budaya Lokal Kini Hadir di Jutaan Tangan

INIGRESIK.COM - Siapa sangka, seni tradisi khas Gresik yang identik dengan lentera malam Lebaran kini ikut menyapa masyarakat luas lewat cara yang tak biasa. Di tangan M Anhar Chusnani , damar kurung melompat dari ruang pameran dan panggung lokal, menuju rak minimarket dan meja makan keluarga Indonesia melalui kemasan Teh Botol Sosro edisi khusus 2025 . Langkah ini bukan sekadar kebetulan. Sejak Februari 2025, Anhar bersaing dengan lebih dari 5.000 peserta dalam kompetisi desain kemasan bertema “Kebaikan untuk Sesama” . Karya damar kurungnya berhasil lolos berlapis seleksi: dari 22 ilustrator terbaik hingga akhirnya masuk dalam 8 desain yang diproduksi massal . Puncaknya, ia menerima penghargaan langsung dari Sukowati Sosrodjojo , pemilik Teh Botol Sosro, dalam seremoni Jakarta Illustration Fair, September 2025 . Lebih dari sekadar ornamen visual, Anhar membawa damar kurung sebagai pesan budaya khas Gresik yang layak hadir di ruang sehari-hari. . Tak berhenti di situ, prestasi ...