Langsung ke konten utama

Dicurigai Untuk Menyadap, Produk iPhone 6 Terhalang Otoritas Keamanan China


Walaupun kebijakaan pembangunan perekonomian di Chine terbuka, namun Otoritas keamanan disana sangat ketat memeriksa produk smartphone dan elektronik yang diimpor dari luar negeri. Pemerintah mencurigai salah satu smartphone yang masuk ke China dipakai untuk alat penyadapan oleh agen spionase asing. 

Sebelum memasarkan produk smartphone terbarunya, Apple telah menyetujui regulasi yang disodorkan oleh pemerintah China, terkait pemeriksaan mendalam semua produk Apple yang dilempar pasar Tiongkok. Meski awalnya pihak Apple keberatan terhadap peraturan ini, tapi akhirnya mereka bersedia mentaati kebijakan tersebut. Dari pada produknya ditarik dari pasaran, lebih baik mentaatinya. 

Tujuannya agar menjaga kepercayaan Beijing terhadap vendor smartphone asal AS ini. Selain itu juga demi memuluskan target pemasaran menggerap pasar China yang dianggap sangat potensial. Sebelumnya pada awal Desember kemarin CEO Apple Tim Cox berkunjung ke China mendatangi pejabat RRC, guna meyakinkan pemerintah China bahwa produk hardware dan iOS yang dipakai iPhone tak ada satu pun yang dipakai untuk menyadap. 

Cox juga berjanji tidak akan memberi ruang bagi NSA menginflitrasi produknya. Kebijakan screening ini terkait dengan issue National Security Agency atau Badan Keamanan Nasional AS berencana membenamkan alat penyadap pada produk ekspornya. Badan inteljen China menduga Apple terkait pada misi spionase NSA tersebut. Maka dari itu pihak China harus memastikan iPhone 6 yang dijual di China semuanya steril aplikasi penyadapan.

sumber : iberita.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adu Banteng Brio dan Truk Trailer Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Balongbendo Sidoarjo, 2 Pengendara Motor Tewas di Tempat

INIGRESIK.COM -  Jalur tengkorak nasional penghubung Mojokerto menuju Surabaya kembali memakan korban jiwa akibat kelalaian berkendara di jalan raya. Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan sekaligus terjadi di Jalan Raya Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu, 10 Juni 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. Insiden tragis pada pagi buta ini mengakibatkan dua orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian setelah dihantam truk trailer yang hilang kendali. Tragedi ini bermula ketika sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi S-1865-PM melaju dari arah barat menuju ke timur. Mobil yang dikemudikan oleh Bashori Alwi, seorang pria berusia 56 tahun asal Sooko, Mojokerto, diduga kuat melaju dengan kondisi pengemudi yang kurang konsentrasi. Akibat hilangnya fokus mengemudi tersebut, laju mobil seketika berjalan terlalu ke kanan hingga memakan marka jalan dan masuk ke jalur berlawanan yang sangat membahayakan. Pada saat yang bersamaan...