Langsung ke konten utama

Penderita Hidrosefalus Ini Belum Tersentuh Bantuan


Selly Anggraeni (3th), balita pengidap penyakit Hidrosefalus berasal dari Dusun Amburan, Desa Kandangan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur merupakan Putri pasangan Keluarga Miskin (Gakin) Kusyairi dan Muhli belum tersentuh bantuan sampai saat ini

Bocah  Tahun ini tergolek lemah dengan kepala yang terus membesar, hanya bisa menangis di gendongan ibunya. Tubuhnya kian kurus sebab penyakit yang dideritanya tidak kunjung mendapatkan pengobatan yang layak. Maklum, orang tuanya tidak memiliki biaya untuk operasi. 

Muhlis mengatakan, penyakit gangguan aliran cairan di dalam otak tersebut diderita Selly sejak usia 1 tahun. Mulai saat itu, putri ketiga Muhlis ini kepala kian membesar melebihi ukuran badanya. Akibatnya, pertumbuhan Selly menjadi terganggu. “Setiap hari ya begini ini, saya gendong atau tiduran di kamar,” ungkap Muhlis seperti dikutip lensaindonesia.com Rabu (14/01/2015). 

Muhlis mengatakan, Kusyairi, suaminya selama ini harus pontang-panting mencari biaya demi kesembuhan anaknya. Kendati pun begitu, penghasilanya tidak cukup untuk ongkos operasi Selly. “Ya terpaksa kita rawat di rumah saja sambil kita belikan obat. Kalau diinapkan di rumah sakit saya tidak punya uang,” ucap Muhlis sambil menundukkan kepala. 

Perempuan asli Gresik ini juga mengaku, selama ini putrinya belum sekalipun mendapat bantuan pengobatan baik dari pemerintah daerah (pemda) maupun swasta. “Tidak ada bantuan apa-apa. Dari rumah sakit tidak ada, dari pak bupati (Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto) juga tidak ada bantuan apa-apa,” ucap Muhlis penuh harapan. “Kami pasrah saja. Ya semoga nanti ada rejeki untuk pengobatan anak saya,” pungkasnya


sumber : www.lensaindonesia.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Desa "Karangpoh"

Karangpoh Penamaan desa karangpoh hampir mirip dengan sejarah Penamaan desa Karangturi . Dahulu diceritakan dalam buku berjudul "Sekelumit asal usul nama desa" yang ditulis oleh Loemaksono menceritakan Daerah disekitar Gresik banyak pohon Mangga. Pohon ini dijaga dengan baik oleh masyarakat disana dan dijadikan sebagai mata pencaharian  Penamaan Karang Poh ini tidak lepas dari proses berbuah pohon mangga yang senantiasa mengeluarkan bau harum ketika mulai ranum. Orang jawa menyebut buah mangga yang mulai ranum ini dengan " poh" . Ketika kulit poh yang mulai menguning inilah para petani mulai memanennya. dan dikumpulkan kedalam wadah besar yang terbuat bernama bojog .  Sebagai pegingat dan kenang kenangan tempat ini sekarang dinamai Karang Poh.yang berarti tempat atau hunian yang banyak dijumpai pohon mangga dan orang berjualan poh. Kondisi sekarang tentu sudah banyak berubah kita akan sangat sulit menemukan pohon mangga disana, hanya dibeberapa rumah pe...