Langsung ke konten utama

Puluhan Daftar Haji di Gresik Setiap Hari, Rela Antri Sampai 2032


Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Gresik, Jawa Timur, Khairuddin Usman, mengatakan minat warga di Gresik untuk berangkat haji tinggi, tercatat sekitar 10 sampai 50 orang per hari mendaftar, meski keberangkatannya dijadwalkan tahun 2032. 

"Sesuai jadwal Kemenag, apabila mendaftar haji tahun ini baru bisa berangkat tahun 2032, namun lamanya antrean keberangkatan sepertinya tidak menyurutkan niat para calon jamaah asal Gresik untuk daftar," kata Khairuddin Seperti dikutip dari Antara Rabu 14/0115

Gresik tercatat masuk dalam lima besar pendaftar haji paling banyak setiap tahunnya setelah Surabaya, Sidoarjo, Jember dan Malang. Ia mengatakan, sesuai data Kemenag Kabupaten Gresik selama tahun 2010 hingga 2014, calon jamaah haji Gresik yang terpaksa mengundurkan diri hanya 29 orang, tiga di antaranya tidak sabar dan pindah ke haji plus, sisanya mengalami sakit dan meninggal dunia. 

Pihak Kemenag juga mengimbau kepada masyarakat yang mendaftar untuk tetap mengikuti prosedur, seperti mendaftar di Kemenag dan tidak melalui calo, agar tetap bisa berangkat tanpa adanya faktor dan hal yang tidak diinginkan. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adu Banteng Brio dan Truk Trailer Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Balongbendo Sidoarjo, 2 Pengendara Motor Tewas di Tempat

INIGRESIK.COM -  Jalur tengkorak nasional penghubung Mojokerto menuju Surabaya kembali memakan korban jiwa akibat kelalaian berkendara di jalan raya. Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan sekaligus terjadi di Jalan Raya Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu, 10 Juni 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. Insiden tragis pada pagi buta ini mengakibatkan dua orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian setelah dihantam truk trailer yang hilang kendali. Tragedi ini bermula ketika sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi S-1865-PM melaju dari arah barat menuju ke timur. Mobil yang dikemudikan oleh Bashori Alwi, seorang pria berusia 56 tahun asal Sooko, Mojokerto, diduga kuat melaju dengan kondisi pengemudi yang kurang konsentrasi. Akibat hilangnya fokus mengemudi tersebut, laju mobil seketika berjalan terlalu ke kanan hingga memakan marka jalan dan masuk ke jalur berlawanan yang sangat membahayakan. Pada saat yang bersamaan...