Langsung ke konten utama

Banjir Gresik Telan Korban Tiga Remaja

Tiga Remaja Tewas Terseret Banjir

Gresik - Kabar duka kembali menyelimuti Gresik, di tengah krisis banjir yang melanda 34 Desa di benjeng, Cerme dan Menganti. kemarin 6/2/2014, tiga remaja tewas terseret banjir. Ketiga korban tersebut adalah Heni Pratama Putra (15) dan Sutris (17) keduanya berstatus pelajar serta M Martoni (21) sebagai pekerja swasta.

Ketiga Korban bersama lima teman lainnya awalnya bermaksud untuk melihat warga yang mencari ikan di  Jembatan Sungai Kali Lamong di Desa Gadingwatu, namun karena air sungai meluap mereka akhirnya kembali pulang melalui pemarang sawah, karena licin akhirnya salah satu dari mereka terpeleset dan disusul kedua korban lainnya

Tanggapan BPBD
Abu Hasan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik menyatakan saat ini wilayah Gresik, Jawa Timur tanggap darurat banjir. Dia mengimbau supaya setiap warganya tetap waspada mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. 

 "Gresik sudah tanggap darurat banjir sejak Desember 2014 lalu sampai 30 April 2015 nanti. Pesan saya khususnya kepada para orang tua yang mempunyai anak, dimohon putra putrinya dijaga agar peristiwa di Gading Watu tidak akan terjadi lagi," ujarnya seperti dikutip dari Radio Suara Surabaya Sabtu (7/2/2015).



suarasurabaya | beritasatu| twitter _rizkyfajar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Desa "Karangpoh"

Karangpoh Penamaan desa karangpoh hampir mirip dengan sejarah Penamaan desa Karangturi . Dahulu diceritakan dalam buku berjudul "Sekelumit asal usul nama desa" yang ditulis oleh Loemaksono menceritakan Daerah disekitar Gresik banyak pohon Mangga. Pohon ini dijaga dengan baik oleh masyarakat disana dan dijadikan sebagai mata pencaharian  Penamaan Karang Poh ini tidak lepas dari proses berbuah pohon mangga yang senantiasa mengeluarkan bau harum ketika mulai ranum. Orang jawa menyebut buah mangga yang mulai ranum ini dengan " poh" . Ketika kulit poh yang mulai menguning inilah para petani mulai memanennya. dan dikumpulkan kedalam wadah besar yang terbuat bernama bojog .  Sebagai pegingat dan kenang kenangan tempat ini sekarang dinamai Karang Poh.yang berarti tempat atau hunian yang banyak dijumpai pohon mangga dan orang berjualan poh. Kondisi sekarang tentu sudah banyak berubah kita akan sangat sulit menemukan pohon mangga disana, hanya dibeberapa rumah pe...