Langsung ke konten utama

Dimanakah Lapangan Terbang Pertama di Gresik ?

Sejarah telah mencatat bahwa Belanda menjajah Indonesia begitu lama, 350 tahun dulurr, termasuk di Gresik. Dengan nama Hindia Belanda mereka membangun berbagai proyek prestisius untuk melebarkan kekuasaanya.

Salah satu proyek besar itu adalah jalan daendles, bangunan pangkalan laut, membangun benteng dan juga membangun pabrik senjata dimana semua itu ada kaitanya dengan kota santri ini, termasuk pembangunan lapangan terbang di Gresik 

Di dalam buku "Sang Gresik Bercerita" dengan judul "Wong Londo Nggawe Benteng Akeh Mergo Licik" yang ditulis oleh Nurul Fatah tercatat bahwa sekitar tahun 1960-an dan awal 1970-an. orang tua di desa Sekapuk bertutur bahwa disana sudah ada lapangan terbang

Semula masih bisa dilihat sisa-sisa landasan lapangan terbang berupa jalan beraspal, Tapi lambat laun tanah kosong tersebut dijadikan lahan bercocok tanam kering seperti bolet, menyok, kedelai, jagung, kacang brol, kacang tunggak

Jadi lapangan kapal terbang pertama di Gresik, bukan di pulau Bawean seperti yang sudah dibangun saat ini, tetapi diwilayah Ujung Pangkah 

sumber : "Sang Gresik Bercerita" Halaman 144

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adu Banteng Brio dan Truk Trailer Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Balongbendo Sidoarjo, 2 Pengendara Motor Tewas di Tempat

INIGRESIK.COM -  Jalur tengkorak nasional penghubung Mojokerto menuju Surabaya kembali memakan korban jiwa akibat kelalaian berkendara di jalan raya. Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan sekaligus terjadi di Jalan Raya Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu, 10 Juni 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. Insiden tragis pada pagi buta ini mengakibatkan dua orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian setelah dihantam truk trailer yang hilang kendali. Tragedi ini bermula ketika sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi S-1865-PM melaju dari arah barat menuju ke timur. Mobil yang dikemudikan oleh Bashori Alwi, seorang pria berusia 56 tahun asal Sooko, Mojokerto, diduga kuat melaju dengan kondisi pengemudi yang kurang konsentrasi. Akibat hilangnya fokus mengemudi tersebut, laju mobil seketika berjalan terlalu ke kanan hingga memakan marka jalan dan masuk ke jalur berlawanan yang sangat membahayakan. Pada saat yang bersamaan...