Langsung ke konten utama

Kisah Rektor Unair Asal Gresik "Temukan Cinta di Masjid"

Setelah terpilih secara aklamasi dalam rapat pleno Majelis Wali Amanat (MWA) Jumat 29/05 Lalu Prof Dr Moh. Nasih SE MT Ak akan dilantik secara resmi pada 16 Juni mendatang, Nasih akan menjabat sebagai rektor Universitas Airlangga (Unair) untuk periode 2015-2020

Tahukan pembaca sekalian, ternyata Mohammad Nasih merupakan putra kelahiran Kota Santri Gresik 6 Agustus 1965. Beliau menghabiskan masa kecilnya di kota Gresik, tepatnya selama masa Sekolah Dasar, Mohammad Nasih kemudian melanjutkan sekolah SMP dan SMA di Lamongan.

"Saya dulu suka menghabiskan waktu di masjid. Ya mulai berdakwah kemana mana, belajar agama, sampai tidur di masjid. sudah seperti rumah" kata Nasih kepada Jawa Pos
Di masjid beliau mendapat banyak pengalaman, selain beribadah tentunya, Nasih juga mendapat banyak teman, dan melatih jiwa berorganisasi.

Tahun 1985 setelah melalui proses panjang akhirnya Nasih diterima sebagai mahasiswa Akuntansi Unair, karena kebiasaan di kota santri, Nasih selalu dekat dengan masjid, begitu juga ketika di Unair "masjid sudah menjadi tempat favorit saya. Saya ingat waktu Ospek, saking panasnya saya minum air dari keran masjid Unair, lega sekali rasanya" ungkap Nasih seperti dikutip dari Jawa Pos (2/6/15)

Setelah menyelesaikan pendidikan S1, Nasih melanjutkan S2 di ITB sebagai mahasiswa jurusan Teknik Industri dan kembali melanjutkan  pendidikan S3 di Unair Jurusan Akuntansi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adu Banteng Brio dan Truk Trailer Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Balongbendo Sidoarjo, 2 Pengendara Motor Tewas di Tempat

INIGRESIK.COM -  Jalur tengkorak nasional penghubung Mojokerto menuju Surabaya kembali memakan korban jiwa akibat kelalaian berkendara di jalan raya. Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan sekaligus terjadi di Jalan Raya Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu, 10 Juni 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. Insiden tragis pada pagi buta ini mengakibatkan dua orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian setelah dihantam truk trailer yang hilang kendali. Tragedi ini bermula ketika sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi S-1865-PM melaju dari arah barat menuju ke timur. Mobil yang dikemudikan oleh Bashori Alwi, seorang pria berusia 56 tahun asal Sooko, Mojokerto, diduga kuat melaju dengan kondisi pengemudi yang kurang konsentrasi. Akibat hilangnya fokus mengemudi tersebut, laju mobil seketika berjalan terlalu ke kanan hingga memakan marka jalan dan masuk ke jalur berlawanan yang sangat membahayakan. Pada saat yang bersamaan...