Langsung ke konten utama

Pasar Kaget Jum'at di Gresik

Menurut bahasa, pasar memiliki arti tempat berakad antara penjual dan pembelih dalam melakukan transaksi jual beli berupa barang maupun jasa. Umumnya lokasi pasar terletak di pusat kota atau dekat dengan pemukiman padat penduduk. Tak hanya itu, pasar sangat identik dengan wanita dan keperluan rumah tangga. Namun ada yang berbeda untuk pasar yang satu ini, pasar kaget “Jum’at” begitu banyak orang menyebutnya. 

Pasar kaget “Jum’at” banyak ditemui di hampir berbagai daerah, Pasar kaget “Jum’at” merupakan aktivitas jual beli khusus hari Jum’at yang biasanya terletak di halaman Masjid. Tidak seperti lazimnya di pasar, pasar kaget “Jum’at” didominasi para pria terutama setelah sholat Jum’at usai. Pasar kaget “Jum’at” juga banyak menjamur di kota Gresik, salah satunya di Masjid Jamik Gresik. Tidak mengherankan, masjid terbesar yang menjadi pusat acuan informasi masjid-masjid di Gresik sejak abad ke-14 ini mampu menampung puluhan ribu jama’ah, hal tersebut belum termasuk jama’ah yang Sholat di halaman masjid ataupun di Alun-alun yang lokasinya tepat di muka Masjid Jamik Gresik. Tidak mengherankan kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh para pedagang untuk menggelar lapak dagangannya. 

Aktivitas jual beli yang secara rutin hanya berlangsung sepekan sekali ini menawarkan berbagai macam barang dagangan, diantaranya terdapat sarung, kopiah (songkok), Taqwo, parfum, serta berbagai macam barang pelengkap ibadah. Tak hanya itu, jama’ah yang usai sholat Jum’at dimanjakan dengan suguhan berbagai macam kuliner yang beragam di area tersebut. Namun ada hal unik diantara berbagai para pedagang tersebut, yakni promosi dilakukan dengan cara berteriak dengan kencang. Hal tersebut dilakukan agar menarik minat para jama’ah untuk menyaksikan aksi demo kelebihan dari barang dagangannya. 

Produk yang banyak dijual sangat direkomendasikan, selain mayoritas terbuat secara alami dan herbal untuk jenis obat-obatan maupun kuliner, disini banyak berbagai jenis hasil UMKM Gresik yang kualitasnya tak dapat diragukan lagi. Seperti halnya sarung atau pun kopiah (songkok) buatan Gresik yang telah banyak dipakai oleh pembesar di negeri ini dan mendapat banyak perhatian di jagat perdagangan nasional maupun internasional.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...