Langsung ke konten utama

Pencetus Hanacaraka Seorang Muslim

Menurut berbagai catatan kuno mengenai Jawa, asal usul pulau Jawa baru diketahui ketika kedatangan Aji Saka. Dari sumber Babad Tanah Jawi dijelaskan bahwa Aji Saka merupakan utusan dari kerajaan Astina. Astina merupakan nama lain dari salah satu daerah kekuasaan kerajaan Islam, beberapa sumber menyebutkan bahwa beliau berasal dari Gujarat (India), ada pula yang menyebutkan beliau berasal dari Persia (Iran). 

Aji Saka merupakan gelar seorang mubaligh di tanah Jawa yang memiliki nama asli Syekh Subakir.Beliau merupakan spesialis di bidang ekologi Islam berkebangsaan Persia. Beliau merupakan cicit dari salah satu sahabat Rasulullah SAW yang bernama Salman al-Farisi. Selanjutnya beliau mendapat amanah dari Sultan Muhammad 1 sebagai salah satu anggota Wali Songo periode pertama. Dalam catatan KH. Shohibul Faroji Al-Robbani, nasab lengkap Syeikh Subakir adalah Syeikh Subakir bin Abdullah bin Aly bin Ahmad bin Aly bin Ahmad bin Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Aly bin Abu Bakar bin Salman bin Hasyim bin Ahmad bin Badrudin bin Omar bin Aly bin Salman Al-Farisi (Sahabat Rasulullah SAW). 

Beliau berdakwah keliling dan menjadikan Gunung Tidar, Magelang sebagai pesantren pusat dakwahnya. Syekh subakir kembali ke Persia pada tahun 1462 M dan wafat disana. Syeikh Subakir meninggal dunia di Persia (Iran), beberapa karya Syeikh Subakir yang bergelar Aji Saka yaitu penemu sekaligus pengagas huruf jawa yang berbunyi 

Ha, Na, Ca, Ra, Ka, Da, Ta, Sa, Wa, La, Pa, Dha, Ja, Ya, Nya, Ma, Ga, Ba, Tha, Nga. Beliau juga yang memberi nama Jawa yang diambil dari bahasa Suryani yang artinya tanah yang subur. Syekh subakir menciptakan huruf-huruf untuk mengabadikan kesetiaan dua santrinya dalam melaksanakan tugas. 

HaNa CaRaKa = Ada Utusan 
DaTa SaWaLa = Pada Bertengkar 
PaDha JaYaNya = Sama Saktinya MaGa BaThaNga = Mati Bersama 

 Dalam sebuah tutur cerita disebutkan pula bahwa Syeikh Subakir pernah berdakwah di daerah Ujung Pangkah Gresik, nama Ujung Pangkah sendiri merupakan pemberian masyarakat luar terhadap santri dan keturunan para santri yang tinggal di daerah tersebut dengan ciri memiliki tanda pangkah di dahi. 

Refrensi : Catatan KH. Shohibul Faroji Al-Robbani "http://fakrilmi blogspot.com" Bukti Otentik Terdapat di Cirebon (Sumber : HYPERLINK "http://fakrilmi blogspot.com" http://fakrilmi blogspot.com)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Damar Kurung Gresik Tembus Kemasan Teh Botol Sosro, Nyala Budaya Lokal Kini Hadir di Jutaan Tangan

INIGRESIK.COM - Siapa sangka, seni tradisi khas Gresik yang identik dengan lentera malam Lebaran kini ikut menyapa masyarakat luas lewat cara yang tak biasa. Di tangan M Anhar Chusnani , damar kurung melompat dari ruang pameran dan panggung lokal, menuju rak minimarket dan meja makan keluarga Indonesia melalui kemasan Teh Botol Sosro edisi khusus 2025 . Langkah ini bukan sekadar kebetulan. Sejak Februari 2025, Anhar bersaing dengan lebih dari 5.000 peserta dalam kompetisi desain kemasan bertema “Kebaikan untuk Sesama” . Karya damar kurungnya berhasil lolos berlapis seleksi: dari 22 ilustrator terbaik hingga akhirnya masuk dalam 8 desain yang diproduksi massal . Puncaknya, ia menerima penghargaan langsung dari Sukowati Sosrodjojo , pemilik Teh Botol Sosro, dalam seremoni Jakarta Illustration Fair, September 2025 . Lebih dari sekadar ornamen visual, Anhar membawa damar kurung sebagai pesan budaya khas Gresik yang layak hadir di ruang sehari-hari. . Tak berhenti di situ, prestasi ...