Langsung ke konten utama

Cara Memasak Brokoli Yang Benar

Brokoli ( Brassica oleracea ) merupakan sayuran hijau dalam artikel sebelumnya sudah dibahas tentang manfaat brokoli, sekarang kita jelaskan beberapa perlakuan yang benar terhadap sayuran hijau yang biasanya tumbuh pada daerah yang dingin ini

Untuk mengolahnya, sayuran brokoli seringkali direbus, ditumis, atau diolah menjadi minuman jus yang segar. Namun, banyak salah kaprah dalam 'memperlakukan' sayuran brokoli ini. Misalnya, memotong tangkai brokoli hingga tak bersisa. Seperti Dilansir Times of India, Kamis (23/7), berikut cara memasak brokoli yang benar.

1. Jangan memasaknya setengah matang 
Brokoli adalah sayuran 'istimewa' karena teksturnya yang khas. Jika dimasak setengah matang, tak hanya sisa pestisidanya masih menempel, juga menimbulkan rasa tak nyaman di lidah. Jadi, pastikan memasak brokoli matang sebelum disantap. 

2. Jangan pernah memotong batangnya 
Zat antioksidan tertinggi pada brokoli justru terletak pada bagian tangkai. Jika Anda memotong brokoli dalam ukuran yang lebih kecil, pastikan tangkainya jangan hilang. 

3. Campurkan lemon, garam, dan minyak zaitun 
Jika ingin membuat salad atau mengonsumsi brokoli mentah, Anda bisa mencampurkan perasan jeruk lemon, garam, dan minyak zaitun. Hal ini dapat mengurangi rasa pahit dan membuatnya lebih segar. Perasan lemon dan garam juga dapat digunakan untuk mencuci brokoli.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kampung Berwawasan Pendidikan Gresik

DASAR PEMIKIRAN Perubahan selalu dialami oleh semua, baik individu maupun organisasi, tidak ada satupun individu dan organisasi di dunia ini yang tidak mengalami perubahan, bahkan gelombang perubahan makin tak terbendung. Dengan kemajuan teknologi informasi, organisasi kini berada pada lingkungan dinamis dan penuh persaingan. Hal tersebut menuntut individu dan organisasi untuk menyesuaikan cara-cara berusaha dan mencapai tujuan yang diinginkan. The Constant is change , itulah bahasa yang tepat untuk menggambarkan sifat perubahan itu sendiri. seakan-akan mengikuti sabda alam, semua hal mengalami perubahan, apakah berangsur-angsur ataukah drastis. Perubahan itu dapat berupa perubahan kemampuan pengetahuan, perubahan mental, perubahan lingkungan dan yang jelas perubahan itu pasti terjadi mau tidak mau, suka tidak suka. Untuk itu sebagai bagian dari masyarakat sudah seharusnya melibatkan diri dalam usaha pencerahan, pemberdayaan, pendampingan, pengabdian bagi p...