Langsung ke konten utama

Cara Membuat Menu Legenda "Opor Ayam" Saat Lebaran

Salah satu menu makanan saat lebaran yang melegenda tentu kita semua tahu , apakah makanan itu ?
Ya benar jawabanya adalah opor ayam, makanan ini sudah ada sejak kita kecil bahkan mungkin sejak orang tua dan nenek kita, menu ini sangat kental dengan nuansa lebaran.

Bagi pembaca iniGresik yang belum pernah membuat sendiri atau belum tahu bahan membuat opor ayam berikut kami tuliskan ulang cara membuat menu spesial hari kemenangan Idul fitri  "Opor Ayam"

Bahan Utama Membuat Opor Ayam
  • 1 ekor ayam kampung (diiris atau dipotong sesuai selera)
  • 1 Liter santan
  • Garam secukupnya
  • 2 batang sereh
  • Gula secukupnya
  • 3 cm lengkuas

Bumbu yang dihaluskan
  • 5 butir kemiri
  • 3 cm kunyit
  • 1/4 sdt jintan
  • 7 bawang merah
  • 1/4 butir pala
  • 1 sdt merica butiran
  • 5 siung bawang putih
  • 1 sdt ketumbar
Untuk cara membuat opor ayam yang lezat sebagai berikut
  • Tiris bumbu yang telah dihaluskan, tambahkan jahe daun salam, lengkuas dan serai. Aduk aduk hingga berbau harum
  • Masukan daging ayam, aduk biar bumbu tercampur rata, masak sampai berubah warna
  • Tuangkan air santan, tambahkan garam dan gula secukupnya setelah matang bisa diangkat

Sudah siap nih pembaca yang budiman, menu legenda opor ayam buat melengkapi hari kemenangan keluarga kita, siap dihidangkan . Akan lebih nikmat dan sempurna jika dimakan bersama anggota keluarga setelah salin memaafkan dan dilengkapi menu buah buahan dan minuman yang segar, khusunya yang di daerah Gresik bisa disandingkan dengan menu bandeng :)

selamat mencoba

sumber : resepmasakanlengkap com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kampung Berwawasan Pendidikan Gresik

DASAR PEMIKIRAN Perubahan selalu dialami oleh semua, baik individu maupun organisasi, tidak ada satupun individu dan organisasi di dunia ini yang tidak mengalami perubahan, bahkan gelombang perubahan makin tak terbendung. Dengan kemajuan teknologi informasi, organisasi kini berada pada lingkungan dinamis dan penuh persaingan. Hal tersebut menuntut individu dan organisasi untuk menyesuaikan cara-cara berusaha dan mencapai tujuan yang diinginkan. The Constant is change , itulah bahasa yang tepat untuk menggambarkan sifat perubahan itu sendiri. seakan-akan mengikuti sabda alam, semua hal mengalami perubahan, apakah berangsur-angsur ataukah drastis. Perubahan itu dapat berupa perubahan kemampuan pengetahuan, perubahan mental, perubahan lingkungan dan yang jelas perubahan itu pasti terjadi mau tidak mau, suka tidak suka. Untuk itu sebagai bagian dari masyarakat sudah seharusnya melibatkan diri dalam usaha pencerahan, pemberdayaan, pendampingan, pengabdian bagi p...