Langsung ke konten utama

Retter Jadikan Air Bekas Wudu Kembali Suci

Retter (Recycle of the Ablution Water) merupakan salah satu karya yang mengantarkan Zahra Sahara Arfenti menjadi finalis mahasiswa berprestasi tingkat nasional tahun ini. Ide mahasiswi D3 Teknik Kimia ITS ini berawal dari rasa sayangnya melihat bekas air wudhu yang terbuang percuma

Prinsip dari Retter itu sendiri sebenarnya merupakan alat pengolahan air wudu yang memiliki dua system, sistem pertama yang bernama wash water garden yang membersihkan logam dalam air dan memfilternya.

Susunan sistem ini terdiri dari tumbuhan enceng gondok untuk lapisan paling atas dan berfungsi sebagai penyerap logam yang terkandung dalam air, kemudian lapisan selanjutnya adalah berupa kerikil dan lapisan terbawah adalah filter

Sistem kedua dalam Retter adalah water treatment . Setelah air melewati sistem pertama maka akan melewati sistem kedua ini. Dimana susunannya terdiri dari pasir silika, kemudian zeolit dan pasir silika lagi

Setelah melewati dua sistem ini , air wudhu bisa kembali bersih "Insya Allah bersih dan suci . sudah diadakan uji lab untuk mengecek logam dan bakterinya. Kandungannya sama dengan air bersih yang digunakan sebelumnya. Bahka bisa lebih bersih" Jelas Zahra yang berencana akan menerapkan metode ini di dekat rumah tinggalnya Kediri

Sementara alat ini sudah diujicobakan di Masjid dekat tempat tinggal Zahra di Gebang Surabaya, rencana akan diaplikasikan di Kediri bulan September

"Untuk masalah kesucian, saya sudah menanyakan kepada takmir Masjid ITS. KAtanya air yang dikeluarkan alat tersebut berstatus suci karena sudah melewati proses alam. Proses alam berasal dari saringan eceng gondok dan kerkil tadi" Pungkas Zahra

Sumber : Jawapos 27 Juli 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Damar Kurung Gresik Tembus Kemasan Teh Botol Sosro, Nyala Budaya Lokal Kini Hadir di Jutaan Tangan

INIGRESIK.COM - Siapa sangka, seni tradisi khas Gresik yang identik dengan lentera malam Lebaran kini ikut menyapa masyarakat luas lewat cara yang tak biasa. Di tangan M Anhar Chusnani , damar kurung melompat dari ruang pameran dan panggung lokal, menuju rak minimarket dan meja makan keluarga Indonesia melalui kemasan Teh Botol Sosro edisi khusus 2025 . Langkah ini bukan sekadar kebetulan. Sejak Februari 2025, Anhar bersaing dengan lebih dari 5.000 peserta dalam kompetisi desain kemasan bertema “Kebaikan untuk Sesama” . Karya damar kurungnya berhasil lolos berlapis seleksi: dari 22 ilustrator terbaik hingga akhirnya masuk dalam 8 desain yang diproduksi massal . Puncaknya, ia menerima penghargaan langsung dari Sukowati Sosrodjojo , pemilik Teh Botol Sosro, dalam seremoni Jakarta Illustration Fair, September 2025 . Lebih dari sekadar ornamen visual, Anhar membawa damar kurung sebagai pesan budaya khas Gresik yang layak hadir di ruang sehari-hari. . Tak berhenti di situ, prestasi ...