Langsung ke konten utama

Sejarah Nama Desa "Trate"

Sejarah penamaan beberapa tempat di Gresik, tidak lepas dari berbagai lokasi telaga saat itu, jadi tidak heran jika tidak ada banjir di Gresik pada masa lampau. Telaga selain memiliki fungsi sebagai  peresapan air, juga berfungsi sebagai keindahan dan juga untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar seperti bersuci dan mandi 

Selain itu tingkat kepedulian masyarakat saat itu sangat tinggi untuk menjaga dan melestarikan sebuah telaga, seperti Trate yang senantiasa dijaga oleh tokoh masyarakat yang bernama buyut Doro dan buyut Senggulu, yang senantiasa mengingatkan warga jika ada yang membuat  kotor telaga Terate

Begitu juga awal sejarah penamaan "Trate", yang awalnya berawal dari keberadaan telaga trate yang dikelilingi oleh 3 jalan yang membentang saat ini yaitu jalan KH Abdul Karim, jalan Usman Sadar, dan jalan Akim Kayat

Penamaan Terate sendiri berawal dari banyaknya bunga trate (jawa) yang berwarna putih yang mengelilingi telaga ini, sehingga semakin lama banyak orang yang menyebutnya tempat ini dengan "Trate".

Sangat disayangkan keberadaaan telaga ini sekarang sudah banyak dipakai untuk pemukiman dan semakin sempit, walaupun sekarang dimanfaatkan oleh pemerintah Kabupaten

Semoga sekelumit cerita yang diambil dari buku terbitan Persada tahun 2014 karangan Loemaksono bisa bermanfaat dan menambah wawasan pembaca inigresik 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kampung Berwawasan Pendidikan Gresik

DASAR PEMIKIRAN Perubahan selalu dialami oleh semua, baik individu maupun organisasi, tidak ada satupun individu dan organisasi di dunia ini yang tidak mengalami perubahan, bahkan gelombang perubahan makin tak terbendung. Dengan kemajuan teknologi informasi, organisasi kini berada pada lingkungan dinamis dan penuh persaingan. Hal tersebut menuntut individu dan organisasi untuk menyesuaikan cara-cara berusaha dan mencapai tujuan yang diinginkan. The Constant is change , itulah bahasa yang tepat untuk menggambarkan sifat perubahan itu sendiri. seakan-akan mengikuti sabda alam, semua hal mengalami perubahan, apakah berangsur-angsur ataukah drastis. Perubahan itu dapat berupa perubahan kemampuan pengetahuan, perubahan mental, perubahan lingkungan dan yang jelas perubahan itu pasti terjadi mau tidak mau, suka tidak suka. Untuk itu sebagai bagian dari masyarakat sudah seharusnya melibatkan diri dalam usaha pencerahan, pemberdayaan, pendampingan, pengabdian bagi p...