Langsung ke konten utama

Sejarah Nama Desa "Trate"

Sejarah penamaan beberapa tempat di Gresik, tidak lepas dari berbagai lokasi telaga saat itu, jadi tidak heran jika tidak ada banjir di Gresik pada masa lampau. Telaga selain memiliki fungsi sebagai  peresapan air, juga berfungsi sebagai keindahan dan juga untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar seperti bersuci dan mandi 

Selain itu tingkat kepedulian masyarakat saat itu sangat tinggi untuk menjaga dan melestarikan sebuah telaga, seperti Trate yang senantiasa dijaga oleh tokoh masyarakat yang bernama buyut Doro dan buyut Senggulu, yang senantiasa mengingatkan warga jika ada yang membuat  kotor telaga Terate

Begitu juga awal sejarah penamaan "Trate", yang awalnya berawal dari keberadaan telaga trate yang dikelilingi oleh 3 jalan yang membentang saat ini yaitu jalan KH Abdul Karim, jalan Usman Sadar, dan jalan Akim Kayat

Penamaan Terate sendiri berawal dari banyaknya bunga trate (jawa) yang berwarna putih yang mengelilingi telaga ini, sehingga semakin lama banyak orang yang menyebutnya tempat ini dengan "Trate".

Sangat disayangkan keberadaaan telaga ini sekarang sudah banyak dipakai untuk pemukiman dan semakin sempit, walaupun sekarang dimanfaatkan oleh pemerintah Kabupaten

Semoga sekelumit cerita yang diambil dari buku terbitan Persada tahun 2014 karangan Loemaksono bisa bermanfaat dan menambah wawasan pembaca inigresik 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Damar Kurung Gresik Tembus Kemasan Teh Botol Sosro, Nyala Budaya Lokal Kini Hadir di Jutaan Tangan

INIGRESIK.COM - Siapa sangka, seni tradisi khas Gresik yang identik dengan lentera malam Lebaran kini ikut menyapa masyarakat luas lewat cara yang tak biasa. Di tangan M Anhar Chusnani , damar kurung melompat dari ruang pameran dan panggung lokal, menuju rak minimarket dan meja makan keluarga Indonesia melalui kemasan Teh Botol Sosro edisi khusus 2025 . Langkah ini bukan sekadar kebetulan. Sejak Februari 2025, Anhar bersaing dengan lebih dari 5.000 peserta dalam kompetisi desain kemasan bertema “Kebaikan untuk Sesama” . Karya damar kurungnya berhasil lolos berlapis seleksi: dari 22 ilustrator terbaik hingga akhirnya masuk dalam 8 desain yang diproduksi massal . Puncaknya, ia menerima penghargaan langsung dari Sukowati Sosrodjojo , pemilik Teh Botol Sosro, dalam seremoni Jakarta Illustration Fair, September 2025 . Lebih dari sekadar ornamen visual, Anhar membawa damar kurung sebagai pesan budaya khas Gresik yang layak hadir di ruang sehari-hari. . Tak berhenti di situ, prestasi ...