Langsung ke konten utama

Huawei Produksi Smartwatch Khusus Anak-anak

Produsen smartphone Huawei kembali berinovasi dengan meluncurkan produk smartwatch untuk anak anak. Smartwatch ini diberi nama dengan sebutan Huawei Glory Small K dan sudah mulai dipasarkan di wilayah China mulai pekan ini. 

Menurut informasi yang dilansir Phones Review, Rabu (26/8/2015), Huawei Glory Small K hanya dijual di Vmall untuk wilayah China. Smartwatch ini tersedia dalam empat desain kartun karakter Disney populer yang lucu dan disesuaikan dengan selera anak-anak seperti Toy Story, Disney Princesses, Frozen dan Big Hero Z. 


Huawei Glory Small K memiliki spesifikasi antara lain didukung panel layar AMOLED dengan resolusi 128x128 piksel dan diperkuat dengan baterai berkapasitas 300 mAh. Lebih lanjut disebutkan, Glory Small K memiliki slot kartu nano SIM, koneksi Bluetooth 4.0, serta dua cara komunikasi yang dapat membantu orang tua memantau anak-anak yang menggunakan smartwatch ini Dari segi ketahanan, 

Huawei mengklaim Glory Small K juga dapat tahan air dan debu, bahkan smartwatch ini pun telah mendapatkan sertifikasi IP55 (Ingress Protection). Beberapa fitur menarik pun ditawarkan Huawei di smartwatch lucunya ini. Beberapa di antaranya adalah SOS emergency, security zone dan remote care. Pihak Huawei belum mengungkap kapan smartwatch anak-anak ini akan dipasarkan secara global. Namun yang pasti, harga untuk smartwatch ini dibanderol terjangkau, yakni sekitar 688 Yuan atau setara dengan Rp 1,5 jutaan

sumber : Liputan6

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Turun Drastis hingga 70 Persen, Ini Strategi Rahasia Kabupaten Gresik Tekan Angka Pernikahan Dini demi Selamatkan Masa Depan Anak

INIGRESIK.COM - Angka permohonan dispensasi kawin atau pernikahan dini di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengalami penurunan yang sangat tajam hingga pertengahan tahun 2026 ini jika dibandingkan dengan periode tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan data resmi dari Pengadilan Agama Kabupaten Gresik, sepanjang tahun 2025 lalu tercatat ada sebanyak 170 kasus permohonan pernikahan di bawah umur yang diajukan oleh masyarakat.  Sementara itu, memasuki pertengahan tahun 2026, jumlah pengajuan dispensasi tersebut berhasil ditekan secara signifikan dan berada di kisaran 50 perkara saja. Langkah taktis pemerintah daerah yang berkolaborasi dengan berbagai instansi hukum menjadi kunci utama di balik keberhasilan memangkas angka perkawinan anak di wilayah tersebut. Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak secara masif terus memperkuat berbagai upaya pencegahan di lapangan untuk memastikan tren positif ini tetap terjaga. Penurunan ya...