Langsung ke konten utama

Kuliner Khas Bawean "Kella Celok"

Menikmati keindahan alam Bawean akan semakin lengkap dengan hidangan kuliner lezat Bawean yang satu ini "Kella Celok" namanya atau biasa disebut ikan kuah kuning. Kuliner yang mirip dengan kello kuning ini berbahan kuah yang berasal dari kunir yang digeprek dan dimasak di air panas.

Selain kuah resep kella celok bisa menggunakan ikan jenis apa saja, kemudian bumbu bawang merah 3 biji, bawang putih 1 biji, ketumbar, merica 5 biji, lombok, terasi sedikit, laos, kunyit, dan asam. Semua rempah digiling sampai halus, kecuali laos. “Berikutnya ikan bersama rempah dimasak sampai mendidih,”

Kuliner ini sangat cocok jika dinikmati beramai-ramai bersama keluarga. Alasannya, selain rasanya enak dan menyegarkan juga bisa mengubah suasana menjadi lebih meriah dengan kuah pedas dan asamnya. “Apalagi kuahnya dicampur jeruk, terasa sebagai menu masakan spesial,” ujar tutik  seperti dikutip dari bawean dot net.

Menurut cerita yang berkembang kaum perempuan dewasa dan remaja di Pulau Bawean hampir dipastikan keseluruhan bisa memasak masakan kella celok ini. Alasannya masakan kella celok merupakan menu andalan yang turuntemurun dari nenek moyangnya.

Wiwin Suryaningsih asal Lebak, Sangkapura menyatakan menu masakan kella celok merupakan tradisi bagi warga Pulau Bawean. “Sering kali bila ada tamu dari Pulau Jawa, di antara menu yang disuguhkan adalah kella celok. Setelah menikmati mengakui kelezatannya,” terangnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...