Langsung ke konten utama

Mengenal Alphabet Pemilik Baru Google

Strategi bisnis perusahaan raksasa Google sepertinya memasuki dunia baru, setelah sukses mengakuisisi beberapa perusahaan yang berkaitan dengan mesin pencari ini, dua pendirinya Larry Page dan Sergey Brin secara mengejutkan mengumumkan berdirinya perusahaan baru bernama Alphabet 


Melihat dari grafik diatas Alphabet akan menaungi seluruh bidang usaha yang semakin komplek digarap Google, Life Sciences dan Calico, Alphabet akan menaungi Fiber (perusahaan internet berkecepatan tinggi), Google, Google Ventures, Google Capital, Google X, dan Nest. 

Google X sendiri merupakan perusahaan yang bergerak pada teknologi mobil pintar yang bisa berjalan sendiri. Selain itu, Google X juga memperluas pasar Google Glass serta balon internet Google Loon. Nest sendiri adalah perusahaan yang memproduksi perkakas rumah tangga, seperti alarm asap, kamera pengawas, thermostat, serta peranti terkoneksi lainnya. 

Bisnis pencarian internet, iklan, Android, YouTube masih tetap menjadi bagian dari Google. Selain itu, Google juga tetap memiliki bisnis pemetaan Google Maps dan aplikasi serta infrastruktur teknis yang belum ditentukan. Manajemen Alphabet terdiri atas CEO Larry Page, President Sergey Brin, Executive Chairman Eric Schmidt, CFO Ruth Porat, Senior Vice President, Corporate Development, Chief Legal Officer and Secretary, David C Drummond. 

Sementara itu, Google kini mendapatkan CEO baru, yaitu Sundar Pichai. Nantinya, Alphabet akan menyerap semua saham Google. Saham Google akan dikonversi menjadi saham Alphabet pada akhir 2015. Saham Alphabet akan tetap dipasarkan dengan kode yang sama, GOOG dan GOOGL. 

 sumber kompas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Turun Drastis hingga 70 Persen, Ini Strategi Rahasia Kabupaten Gresik Tekan Angka Pernikahan Dini demi Selamatkan Masa Depan Anak

INIGRESIK.COM - Angka permohonan dispensasi kawin atau pernikahan dini di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengalami penurunan yang sangat tajam hingga pertengahan tahun 2026 ini jika dibandingkan dengan periode tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan data resmi dari Pengadilan Agama Kabupaten Gresik, sepanjang tahun 2025 lalu tercatat ada sebanyak 170 kasus permohonan pernikahan di bawah umur yang diajukan oleh masyarakat.  Sementara itu, memasuki pertengahan tahun 2026, jumlah pengajuan dispensasi tersebut berhasil ditekan secara signifikan dan berada di kisaran 50 perkara saja. Langkah taktis pemerintah daerah yang berkolaborasi dengan berbagai instansi hukum menjadi kunci utama di balik keberhasilan memangkas angka perkawinan anak di wilayah tersebut. Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak secara masif terus memperkuat berbagai upaya pencegahan di lapangan untuk memastikan tren positif ini tetap terjaga. Penurunan ya...