Langsung ke konten utama

Sejarah Suku Bawean di Singapura

Belajar sejarah tentang Bawean, ternyata banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari pulau yang terletak di Laut Jawa ini, pulau yang sering disebut pulau putri berada diantara dua pulau besar yaitu Pulau Kalimantan di utara dan Pulau Jawa di selatan. 
Orang Bawean di Singapura (wikipedia)

Walaupun secara administratif baru masuk kabupaten Gresik sejak tahun 1974, namun sejarah panjang tidak bis dilepaskan begitu saja dari Suku bawean ini, sejarah suku bawean (boyan) *wikipedia. Diketahui memiliki hubungan yang sangat erat dengan suku melayu yang merupakan suku ketiga terbesar di Singapura, salah satu alasanya karena banyak yang berasal dari keturunan Bawean 


Sejarah Suku Bawean di Singapura

Jauh sebelum terkenal menjadi Bawean Pada tahun 1849 jumlah orang Bawean di Singapura berjumlah 763 dan jumlahnya terus bertambah pada tahun 1957 sebanyak 22.167 (Wikipedia) 1931 sebanyak 9734 orang bawean berada di Singapura, sejak awal abad 19 dengan alasan untuk mencari pekerjaan mencari barang yang bermanfaat untuk dipergunakan, namun kemudian hari demi hari banyak orang bawean yang menetap dan memulai kehidapun baru di Singapura sampai sekarang

Rumah Limas Khas Bawean 

Bentuk rumah yang mirip limas ini merupakan rumah adat khas Bawean, dari jauh atapnya memang terlihat sangat mirip dengan bentuk limas


Demikian sedikit ulasan tentang "Sejarah Suku Bawean di Singapura" semoga bermanfaat, jika ada penambahan atau pengurangan informasi bisa menghubungi kami di akun twitter @inigresik atau email redaksinigresik@gmail.com terima kasih



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Damar Kurung Gresik Tembus Kemasan Teh Botol Sosro, Nyala Budaya Lokal Kini Hadir di Jutaan Tangan

INIGRESIK.COM - Siapa sangka, seni tradisi khas Gresik yang identik dengan lentera malam Lebaran kini ikut menyapa masyarakat luas lewat cara yang tak biasa. Di tangan M Anhar Chusnani , damar kurung melompat dari ruang pameran dan panggung lokal, menuju rak minimarket dan meja makan keluarga Indonesia melalui kemasan Teh Botol Sosro edisi khusus 2025 . Langkah ini bukan sekadar kebetulan. Sejak Februari 2025, Anhar bersaing dengan lebih dari 5.000 peserta dalam kompetisi desain kemasan bertema “Kebaikan untuk Sesama” . Karya damar kurungnya berhasil lolos berlapis seleksi: dari 22 ilustrator terbaik hingga akhirnya masuk dalam 8 desain yang diproduksi massal . Puncaknya, ia menerima penghargaan langsung dari Sukowati Sosrodjojo , pemilik Teh Botol Sosro, dalam seremoni Jakarta Illustration Fair, September 2025 . Lebih dari sekadar ornamen visual, Anhar membawa damar kurung sebagai pesan budaya khas Gresik yang layak hadir di ruang sehari-hari. . Tak berhenti di situ, prestasi ...