Langsung ke konten utama

(Video) Cara Menghafal Al Qur'an Dengan Metode Tikrar

GRESIK - Paparan metode menghafal Al Quran menggunakan metode tikrar digelar oleh yayasan Tahfidz An Najah Gresik pimpinan Anwar Machzumi dalam sebuah acara yang bertema "menghafal Al Quran tanpa menghafal" Sabtu 12 September 2015, bertempat di Masjid Islamic Center Jalan Tanjung Wira Gresik Kota Baru (GKB), acara yang berlangsung selama 4 jam tersebut diisi langsung oleh Ust Abdul Wahab Lc selaku tim pengembangan metode yang terkenal mudah dalam aplikasinya tersebut

Metode ini diyakini sebagai bentuk sistemisasi cara menghafal Qur'an yang paling tua dan banyak diamalkan oleh para penghafal Al-Qur'an terdahulu, dengan prinsip mengulang ulang bacaan dan tulisan al Quran, karena memang pengulangan merupakan kunci sebuah hafalan
Al Quran Tikrar juga sangat membantu dalam metode hafalan ini, ada beberapa pembagian kolom kolom didalamnya seperti kolom yang diberi kode TL ( berjumlah 24 kolom penanda tilawah atau jumlah kita membaca Al qur'an tersebut) yang kemudian diberi tanda berapa kali kita membacanya

Disamping tulisan ayat Al Quran Tikrar juga terdapat 168 kolom dan 121 kolom untuk meletakan nomor ayat, kemudahan yang lain yitu adanya kolom murojaah (pengulangan) dan diberikan kata kunci  dibawahnya yang diambil dari ayat yang dihafal

“Jangan lagi memaksa diri untuk menghafal, atau mencoret-coret kitab suci,” begitu Ust Abdul Wahab saat memberikan pengarahan terkait metode tikror tersebut. Dalam metode ini dijelaskan secara gamblang bagaimana cara yang mudah untuk menghafal

Berikut cuplikan video mengenai metode tikror yang diunggah oleh Dhian Satria


[post_ads]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kampung Berwawasan Pendidikan Gresik

DASAR PEMIKIRAN Perubahan selalu dialami oleh semua, baik individu maupun organisasi, tidak ada satupun individu dan organisasi di dunia ini yang tidak mengalami perubahan, bahkan gelombang perubahan makin tak terbendung. Dengan kemajuan teknologi informasi, organisasi kini berada pada lingkungan dinamis dan penuh persaingan. Hal tersebut menuntut individu dan organisasi untuk menyesuaikan cara-cara berusaha dan mencapai tujuan yang diinginkan. The Constant is change , itulah bahasa yang tepat untuk menggambarkan sifat perubahan itu sendiri. seakan-akan mengikuti sabda alam, semua hal mengalami perubahan, apakah berangsur-angsur ataukah drastis. Perubahan itu dapat berupa perubahan kemampuan pengetahuan, perubahan mental, perubahan lingkungan dan yang jelas perubahan itu pasti terjadi mau tidak mau, suka tidak suka. Untuk itu sebagai bagian dari masyarakat sudah seharusnya melibatkan diri dalam usaha pencerahan, pemberdayaan, pendampingan, pengabdian bagi p...