Langsung ke konten utama

LDKS Ala SMANU Gresik "Latih Mental dan Fisik"

SMA NU 1 Gresik menggelar program pembinaan karakter dan mental anggota Perwakilan Kelas (PK) serta anggota Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) melalui Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) bertempat di Pacet, Kabupaten Mojokerto selama 3 hari (20 - 22 November 2015)
Pelatihan LDKS SMANU Gresik

LDKS ini bertujuan untuk memberikan bekal kepemimpinan kepada Pengurus PK dan OSIS baru yang nantinya akan menjadi pemimpin dari seluruh kesatuan OSIS dari sekolah SMA NU 1 Gresik. Latihan kepemimpinan ini diberikan dalam 2 bagian yaitu Latihan Kepemimpinan Fisik dan Latihan Kepemimpinan Mental. 

Bertindak sebagai mentor dalam acara pembekalan materi yaitu dari Dewan Guru, Pembina OSIS, Guru Psikologis sekaligus seorang trainer TSOT dan penggurus Ikatan Keluarga SMA NU 1 Gresik (IKANUSA). Penggurus Ikatan Keluarga Alumni SMA NU 1 Gresik mengatakan bahwa kualitas dasar penggurus PK dan OSIS masa bakti 2015 – 2016 merupakan yang terbaik selama 5 tahun terakhir.

“Kekompakan dan kerjasama PK dan OSIS SMA NU 1 Gresik kali ini membuat saya terharu, cermin organisasi solid sangat terlihat jelas disini. Kekompakan dan kerjasama yang solid dapat menjadi bekal yang sangat vital dalam membangun organisasi kedepannya. Menurut saya, PK dan OSIS SMA NU 1 Gresik masa bakti 2015 – 2016 menampilkan sesuatu permulaan terbaik dibandingkan 5 periode kepenggurusan sebelumnya” ujar Wahyu Firmansyah
[post_ads]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Turun Drastis hingga 70 Persen, Ini Strategi Rahasia Kabupaten Gresik Tekan Angka Pernikahan Dini demi Selamatkan Masa Depan Anak

INIGRESIK.COM - Angka permohonan dispensasi kawin atau pernikahan dini di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengalami penurunan yang sangat tajam hingga pertengahan tahun 2026 ini jika dibandingkan dengan periode tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan data resmi dari Pengadilan Agama Kabupaten Gresik, sepanjang tahun 2025 lalu tercatat ada sebanyak 170 kasus permohonan pernikahan di bawah umur yang diajukan oleh masyarakat.  Sementara itu, memasuki pertengahan tahun 2026, jumlah pengajuan dispensasi tersebut berhasil ditekan secara signifikan dan berada di kisaran 50 perkara saja. Langkah taktis pemerintah daerah yang berkolaborasi dengan berbagai instansi hukum menjadi kunci utama di balik keberhasilan memangkas angka perkawinan anak di wilayah tersebut. Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak secara masif terus memperkuat berbagai upaya pencegahan di lapangan untuk memastikan tren positif ini tetap terjaga. Penurunan ya...