Langsung ke konten utama

Inilah Kisah Nyata, Beli Sepeda Motor dengan Sekarung Receh

Pelajaran berharga kali ini datang dari seorang penjual makanan ringan bernama Dimyati, warga Desa Polorejo Kecamatan Babadan Ponorogo, Jawa Timur. Karena keinginannya membeli sepeda motor Dimyati dan suaminya menabung uang koin selama 6 tahun hingga mencapai 18 Juta 

Setelah beberapa kali ditolak dealer sepeda motor, dan melalui adu argumen akhirnya keinginan Lina latifah istri Dimyati bisa tercapai, dengan sekarung uang receh semua pegawai dealer ikut menghitung alat pembayaran tersebut

Latifah menjelaskan bahwa sebagian hasil jualan jajanan ringan, sehari Rp2-20 ribu setiap harinya, semuanya uang koin lima ratusan dan seribu rupiah. Untuk menabung, Lina menggunakan 6 kaleng bekas biskuit dan dua celengan plastik.
"Saya sangat bangga bisa membeli motor dari keringat kita sendiri," ungkap Dimyati, Minggu (20/12/2015) seperti dikutip dari okezone

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Damar Kurung Gresik Tembus Kemasan Teh Botol Sosro, Nyala Budaya Lokal Kini Hadir di Jutaan Tangan

INIGRESIK.COM - Siapa sangka, seni tradisi khas Gresik yang identik dengan lentera malam Lebaran kini ikut menyapa masyarakat luas lewat cara yang tak biasa. Di tangan M Anhar Chusnani , damar kurung melompat dari ruang pameran dan panggung lokal, menuju rak minimarket dan meja makan keluarga Indonesia melalui kemasan Teh Botol Sosro edisi khusus 2025 . Langkah ini bukan sekadar kebetulan. Sejak Februari 2025, Anhar bersaing dengan lebih dari 5.000 peserta dalam kompetisi desain kemasan bertema “Kebaikan untuk Sesama” . Karya damar kurungnya berhasil lolos berlapis seleksi: dari 22 ilustrator terbaik hingga akhirnya masuk dalam 8 desain yang diproduksi massal . Puncaknya, ia menerima penghargaan langsung dari Sukowati Sosrodjojo , pemilik Teh Botol Sosro, dalam seremoni Jakarta Illustration Fair, September 2025 . Lebih dari sekadar ornamen visual, Anhar membawa damar kurung sebagai pesan budaya khas Gresik yang layak hadir di ruang sehari-hari. . Tak berhenti di situ, prestasi ...