Langsung ke konten utama

Inilah Kisah Nyata, Beli Sepeda Motor dengan Sekarung Receh

Pelajaran berharga kali ini datang dari seorang penjual makanan ringan bernama Dimyati, warga Desa Polorejo Kecamatan Babadan Ponorogo, Jawa Timur. Karena keinginannya membeli sepeda motor Dimyati dan suaminya menabung uang koin selama 6 tahun hingga mencapai 18 Juta 

Setelah beberapa kali ditolak dealer sepeda motor, dan melalui adu argumen akhirnya keinginan Lina latifah istri Dimyati bisa tercapai, dengan sekarung uang receh semua pegawai dealer ikut menghitung alat pembayaran tersebut

Latifah menjelaskan bahwa sebagian hasil jualan jajanan ringan, sehari Rp2-20 ribu setiap harinya, semuanya uang koin lima ratusan dan seribu rupiah. Untuk menabung, Lina menggunakan 6 kaleng bekas biskuit dan dua celengan plastik.
"Saya sangat bangga bisa membeli motor dari keringat kita sendiri," ungkap Dimyati, Minggu (20/12/2015) seperti dikutip dari okezone

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Desa "Karangpoh"

Karangpoh Penamaan desa karangpoh hampir mirip dengan sejarah Penamaan desa Karangturi . Dahulu diceritakan dalam buku berjudul "Sekelumit asal usul nama desa" yang ditulis oleh Loemaksono menceritakan Daerah disekitar Gresik banyak pohon Mangga. Pohon ini dijaga dengan baik oleh masyarakat disana dan dijadikan sebagai mata pencaharian  Penamaan Karang Poh ini tidak lepas dari proses berbuah pohon mangga yang senantiasa mengeluarkan bau harum ketika mulai ranum. Orang jawa menyebut buah mangga yang mulai ranum ini dengan " poh" . Ketika kulit poh yang mulai menguning inilah para petani mulai memanennya. dan dikumpulkan kedalam wadah besar yang terbuat bernama bojog .  Sebagai pegingat dan kenang kenangan tempat ini sekarang dinamai Karang Poh.yang berarti tempat atau hunian yang banyak dijumpai pohon mangga dan orang berjualan poh. Kondisi sekarang tentu sudah banyak berubah kita akan sangat sulit menemukan pohon mangga disana, hanya dibeberapa rumah pe...