Langsung ke konten utama

Siswa SMP Asal Gresik ini Sukses Ciptakan Biogas dan Limbah Organik Sayuran

Dunia pendidikan kota Gresik kembali dibuat bangga, pasalnya siswa dari SMP yang berasal dari Gresik, Jawa Timur, berhasil berinovasi mengubah limbah organik sayuran menjadi biogas dengan mereaksikan bakteri dalam sayuran. 

Karya anak Gresik ini telah teruji dengan mengikuti kontes pekan karya ilmiah tingkat Jawa Timur di salah satu SMA favorit di Jawa Timur, SMAN 3 Malang (16/03). Menurut ketua tim penelitian karya ilmiah remaja, Adinda Dwi Ulfah Maharani bahwa penelitian ini di latar belakangi banyaknya limbah organik sayuran di pasar tradisional yang belum dimanfaatkan secara maksimal. 

“Kami melihat banyak limbah organik sayuran di pasar tradisional, umumnya hanya dimanfaatkan sebagai kompos dalam jumlah yang sangat terbatas. Sedangkan, selebihnya berakhir di tempat pembuangan sampah. Melihat kondisi di lapangan, kami berfikir untuk melakukan inovasi dalam menekan jumlah sampah disekitar kita, khususnya sampah organik sayuran” katanya. 

Proses pembuatan biogas dari limbah organik sayuran terhitung sangat ekonomis, menurut Saniyatul Mafarrikhah salah satu anggota tim penelitian karya ilmiah remaja. “Dalam penelitian ini kami memanfaatkan barang bekas disekitar kita untuk membuat digester, sehingga biaya pembuatannya sangat murah dan bisa dilakukan dalam skala rumah tangga” ungkapnya. 

Arifah Rachmadieya anggota tim penelitian karya ilmiah remaja lainnya menyatakan, bahwa proses pembuatan biogas dari limbah organik sayuran ini memanfaatkan bakteri yang ada dalam sayuran selanjutnya direaksikan dengan dengan microorganisme. 

“Konsep dari pembuatan biogas ini adalah fermentasi anaerob sayuran yang direaksikan oleh microorganisme, hasil dari fermentasi tersebut akan menghasilkan gas metana. Gas inilah yang dapat menyulut api yang disebut biogas” katanya. 

“Pembuatan biogas dari limbah organik sayuran ini diharapkan dapat menekan jumlah sampah di pasar tradisional serta dapat menekan jumlah penggunaan energi konvensional yang kurang ramah lingkungan” tambahnya. Beberapa penelitian lain dari tim karya ilmiah remaja SMP Yayasan Islam Malik Ibrahim Gresik ini juga mendapat banyak apresiasi, diantaranya dari wartawan JTV. “Kami akan meminta waktu untuk peliputan khusus beberapa penelitan yang menarik ini(23/03)” katanya.


wahyu firmansyah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jogging Track Stadion Gelora Joko Samudro Gresik Ambles Akibat Longsor, BPBD Pasang Garis Pembatas

INIGRESIK.COM - Longsor terjadi di area Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos), Jalan Veteran, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Akibat peristiwa tersebut, jogging track di sisi selatan stadion dilaporkan ambles dan tidak dapat dilalui, Sabtu (3/1/2026). Peristiwa amblesnya jogging track ini sempat terekam video warga dan tersebar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat jalur jogging track mengalami kemiringan cukup parah, paving tampak berongga, serta sebagian pagar pembatas ikut ambruk. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerusakan material terpantau cukup signifikan. Kronologi Kejadian Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gresik, Sukardi, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tanah longsor pada Sabtu pagi. Longsor diketahui pertama kali oleh petugas keamanan stadion saat melakukan patroli rutin. “Kejadian tanah longsor terjadi di sisi selatan area jogging track Stadion Gelora Joko Samudro. Penyebabnya adalah hujan deras yang...