Langsung ke konten utama

60 Peserta Ikuti Workshop Sekolah Laris Berkualitas

Sebanyak 60 peserta dari berbagai sekolah di Gresik sangat antusias mengikuti workshop sekolah laris berkualitas yang digelar Al Ibrah bertempat di auditorium lantai dua SMP Islam Terpadu (SMPIT) Al Ibrah Yosowilangun Manyar Gresik.  

Acara yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari ini semakin menarik dengan mendatangkan seorang praktisi Humas Shidiq Baihaqi yang juga memiliki usaha branding sekolah, berbagai diskusi mencairkan suasana dan memperdalam materi yang disampaikan seperti bagaimana membuat logo sekolah, positioning sekolah, colour branding sampai bagaimana membuat spanduk yang efektif untuk promo sekolah

Banyak faktor yang menyebabkan sekolah laris, "ada orang tua yang gagal mendaftarkan anaknya hanya karena pelayanan TU yang kurang simpatik" begitu ujar Baihaqi dalam salah satu penuturannya. sehingga dalam kesempatan tersebut diajarkan bagaimana melakukan pelayanan prima kepada semua stake holder yang terkait dengan sekolah 

Dalam workshop ini peserta juga diajak untuk aktif di social media dengan berkualitas, bagaimana memanfaatkan tools gratis ini menjadi powerfull untuk kebutuhan branding sekolah, salah satunya sering membagikan informasi kegiatan positif sekolah dan juga konten kreatif lainnya    

Salah seorang peserta dari penitipan anak "mbah kung" menuturkan sangat senang mengikuti acara tersebut karena bisa membranding ulang sekolahnya yang sudah berdiri sejak 80 an itu sehingga lebih laris dan bermanfaat lagi kedepannya


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Turun Drastis hingga 70 Persen, Ini Strategi Rahasia Kabupaten Gresik Tekan Angka Pernikahan Dini demi Selamatkan Masa Depan Anak

INIGRESIK.COM - Angka permohonan dispensasi kawin atau pernikahan dini di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengalami penurunan yang sangat tajam hingga pertengahan tahun 2026 ini jika dibandingkan dengan periode tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan data resmi dari Pengadilan Agama Kabupaten Gresik, sepanjang tahun 2025 lalu tercatat ada sebanyak 170 kasus permohonan pernikahan di bawah umur yang diajukan oleh masyarakat.  Sementara itu, memasuki pertengahan tahun 2026, jumlah pengajuan dispensasi tersebut berhasil ditekan secara signifikan dan berada di kisaran 50 perkara saja. Langkah taktis pemerintah daerah yang berkolaborasi dengan berbagai instansi hukum menjadi kunci utama di balik keberhasilan memangkas angka perkawinan anak di wilayah tersebut. Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak secara masif terus memperkuat berbagai upaya pencegahan di lapangan untuk memastikan tren positif ini tetap terjaga. Penurunan ya...