Langsung ke konten utama

Dua Pelajar Gresik Wakili Indonesia dalam Olimpiade di Singapura

Dua pelajar asal Gresik Tangguh Achmad Fairuzzabady dan Noval Ilham Arfiansyah yang berasal dari Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama Trate Putra Gresik, Jawa Timur, masuk dalam kompetisi internasional mewakili Indonesia 

Kedua siswa kelas VI itu meraih medali perak dan perunggu saat mengikuti Kompetisi Matematika Nalaria Realistik se-Indonesia (KMNR) ke-11 tingkat SD/MI yang digelar oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) di Gedung Widya Wisuda Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Dramaga Bogor, pekan lalu. "Untuk acara KMNR kemarin, kami sebenarnya mengirim lima orang siswa. Namun, hanya Tangguh dan Noval yang pulang dengan membawa medali. Tangguh mendapat medali perak, sedangkan Noval meraih perunggu," kata Kepala Sekolah MI NU Trate Putra Gresik Huda Arifin, Jumat (22/4/2016). 

Dua siswa kelas VI itu harus bersaing dengan 2.000 peserta lain, yang berasal beragam sekolah di Tanah Air, sebelum memastikan sebagai yang terbaik. "Karena sifatnya nasional, mereka tidak hanya bersaing dengan para peserta dari Jabodetabek, tapi juga dari Surabaya, Malang, Jember, Jombang, Solo, Makassar, Denpasar, Padang, Makassar, Semarang, Solo, Bali, Balikpapan, dan beberapa kota lain di Indonesia," kata Arifin. 

Berkat keberhasilannya, Tangguh dan Noval bakal mengikuti Olimpiade Matematika tingkat internasional pada Juli 2016 di Singapura. Keduanya akan bergabung dengan para peraih medali lain di KMNR ke-11 lalu untuk mewakili Indonesia. "Terus terang kami sangat bangga karena perjuangan yang telah kami lakukan selama ini menjadi tidak sia-sia. Terlebih lagi, mereka berdua akan mewakili Jawa Timur dan Indonesia di tingkat internasional," ucap Siti Choiriyah, guru pembina dan sekaligus pembimbing Tangguh serta Noval di KMNR ke-11. 


sumber : KOMPAS.com 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Desa "Karangpoh"

Karangpoh Penamaan desa karangpoh hampir mirip dengan sejarah Penamaan desa Karangturi . Dahulu diceritakan dalam buku berjudul "Sekelumit asal usul nama desa" yang ditulis oleh Loemaksono menceritakan Daerah disekitar Gresik banyak pohon Mangga. Pohon ini dijaga dengan baik oleh masyarakat disana dan dijadikan sebagai mata pencaharian  Penamaan Karang Poh ini tidak lepas dari proses berbuah pohon mangga yang senantiasa mengeluarkan bau harum ketika mulai ranum. Orang jawa menyebut buah mangga yang mulai ranum ini dengan " poh" . Ketika kulit poh yang mulai menguning inilah para petani mulai memanennya. dan dikumpulkan kedalam wadah besar yang terbuat bernama bojog .  Sebagai pegingat dan kenang kenangan tempat ini sekarang dinamai Karang Poh.yang berarti tempat atau hunian yang banyak dijumpai pohon mangga dan orang berjualan poh. Kondisi sekarang tentu sudah banyak berubah kita akan sangat sulit menemukan pohon mangga disana, hanya dibeberapa rumah pe...