Langsung ke konten utama

Mobil Listrik Mahasiswa Dipamerkan IIMS 2016

Delapan mobil listrik karya mahasiswa Indonesia dari berbagai universitas dipamerkan di ajang pameran otomotif terbesar di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016, berlokasi di JIExpo Kemayoran, Jakarta yang digelar pada 7-17 April 2016. 

Karya-karya mobil listrik yang dihadirkan berasal dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Pasundan, Politeknik Bandung dan Politeknik Negeri Jakarta. Salah satu peserta dari Universitas Pasundan, Muhammad Iqbal mengatakan mobil listrik karyanya dan teman-teman merupakan generasi ketiga sejak dibuat tahun 2012. 

"Ini sudah mengalami tiga kali perubahan fisik," kata Iqbal. Mobil tersebut, kata Iqbal, unggul dalam percepatan, pengereman, kecepatan, dan uji daya panjang. Keunggulannya terbukti dengan meraih juara umum Kompetisi Mobil Listrik VII se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Politeknik Bandung tahun 2013 dan 2015. "Mobil ini merupakan karya 20 orang dari anak-anak teknik mesin," tambahnya. IIMS 2016 mulai dibuka untuk masyarakat umum pada Kamis 7 April 2016 pukul 17.00 WIB dengan harga tiket khusus Rp150.000. Selanjutnya, tiket masuk IIMS untuk Senin-Kamis seharga Rp40.000 dan Jumat-Minggu Rp60.000.


"Mobil Listrik Mahasiswa Dipamerkan IIMS 2016" 
sumber : antaranews - indonesianmotorshow

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Turun Drastis hingga 70 Persen, Ini Strategi Rahasia Kabupaten Gresik Tekan Angka Pernikahan Dini demi Selamatkan Masa Depan Anak

INIGRESIK.COM - Angka permohonan dispensasi kawin atau pernikahan dini di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengalami penurunan yang sangat tajam hingga pertengahan tahun 2026 ini jika dibandingkan dengan periode tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan data resmi dari Pengadilan Agama Kabupaten Gresik, sepanjang tahun 2025 lalu tercatat ada sebanyak 170 kasus permohonan pernikahan di bawah umur yang diajukan oleh masyarakat.  Sementara itu, memasuki pertengahan tahun 2026, jumlah pengajuan dispensasi tersebut berhasil ditekan secara signifikan dan berada di kisaran 50 perkara saja. Langkah taktis pemerintah daerah yang berkolaborasi dengan berbagai instansi hukum menjadi kunci utama di balik keberhasilan memangkas angka perkawinan anak di wilayah tersebut. Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak secara masif terus memperkuat berbagai upaya pencegahan di lapangan untuk memastikan tren positif ini tetap terjaga. Penurunan ya...