Langsung ke konten utama

UMG Gelar Seminar Nasional Kependudukan dan Kepemudaan

Menghadapi persaingan global, semua institusi berlomba-lomba meningkatkan kualitas sumber daya manusia tak terkecuali Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Dalam acara dialog kampus, Universitas Muhammadiyah Gresik menggelar seminar nasional bertema “Penguatan Peran Pemuda dalam Pembangunan Desa Berkelanjutan Menuju Indonesia Maju 2045”. 
UMG Gelar Seminar Nasional Kependudukan dan Kepemudaan

Acara yang dilaksanakan hari ini (24/05) menghadirkan beberapa tokoh dari United Nations Population Fund (UNFPA), koalisi kependudukan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Lembaga Demografi dan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). 

Dalam dialog ini narasumber memaparkan data dari masing-masing kajian lembaganya serta solusi yang ditawarkan untuk menjawab permasalahan di Indonesia. Menurut kepala BKKBN, Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH, PhD mengatakan bahwa angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian balita belum memenuhi standard minimal meskipun akan kematian tersebut terus menurun setiap tahunnya. 

“Saat ini angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian balita terus menurun, akan tetapi kondisi ini belu ideal, karena masih diatas standard minimum angka kematian” ujarnya. 

Acara yang melibatkan Duta Generasi Berencana Gresik dihadiri pula oleh ratusan mahasiswa serta penggurus OSIS dari perwakilan sekolah di kota Gresik. Seminar nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) diharapkan menjadi salah satu peran dalam memberikan edukasi terhadap kemandirian penerus bangsa. 

Pada seminar ini kepala BKKBN, Dr. Surya Chandra Surapaty, MPH, PhD mengingatkan akan pentingnya pendewasaan usia perkawinan, dimana batas minimal pria yakni 25 tahun dan wanita 20 tahun. Beberapa aspek yang menjadi pertimbangan diantaranya aspek kesehatan, aaspek ekonomi, aspek psikologis, aspek pendidikan dan aspek kependudukan. 

“Untuk menciptakan generasi emas perlu pembinaan jangka lama dan revolusi mental diantaranya pendewasaan usia pernikahan serta peningkatan mutu kualitas sumber daya manusia. Saat ini rata-rata periode pendidikan masyarakat Indonesia hanya 7 tahun atau tidak tamat sekolah menengah pertama. Jadi kalian harus menempuh pendidikan yang tnggi dan terus berprestasi agar dapat menghasilkan generasi terbaik” ungkapnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adu Banteng Brio dan Truk Trailer Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Balongbendo Sidoarjo, 2 Pengendara Motor Tewas di Tempat

INIGRESIK.COM -  Jalur tengkorak nasional penghubung Mojokerto menuju Surabaya kembali memakan korban jiwa akibat kelalaian berkendara di jalan raya. Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan sekaligus terjadi di Jalan Raya Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu, 10 Juni 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. Insiden tragis pada pagi buta ini mengakibatkan dua orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian setelah dihantam truk trailer yang hilang kendali. Tragedi ini bermula ketika sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi S-1865-PM melaju dari arah barat menuju ke timur. Mobil yang dikemudikan oleh Bashori Alwi, seorang pria berusia 56 tahun asal Sooko, Mojokerto, diduga kuat melaju dengan kondisi pengemudi yang kurang konsentrasi. Akibat hilangnya fokus mengemudi tersebut, laju mobil seketika berjalan terlalu ke kanan hingga memakan marka jalan dan masuk ke jalur berlawanan yang sangat membahayakan. Pada saat yang bersamaan...