Langsung ke konten utama

Keren 3 Siswa Ini, Sulap Limbah Daun Mangga Jadi Pengawet Telur

Setidaknya tiga generasi muda asal SMAN 1 Sumberrejo Bojonegoro ini, bisa menginspirasi anak seumuranya untuk bisa berkreasi dan menyumbangkan karya terbaiknya untuk negeri. Karya yang ditorehkan oleh Mega Putriana, Alvin Teguh Budi Antok, dan Siti Aisyah ini berhasil menjadi juara dalam kompetisi Best Innovation Idea Logistic Business Championship (LBC) yang di gelar di Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) Gresik Sabtu (21/05) 

Sulap Limbah Daun Mangga Jadi Pengawet Telur
Salah satu ide yang berhasil memikat dewan juri saat itu adalah karena ketiganya berhasil memanfaatkan daun mangga menjadi sebuah bahan pengawet telur, hal ini tidak terlepas dari lingkungan sekolah yang banyak dikelilingi oleh pohon mangga sehingga menginspirasi untuk bisa memanfaatkan Sumber Daya yang ada Ketiganya kemudian melakukan uji labolatorium terhadap 3 jenis daun mangga antara lain daun berwarna hijau, kuning , dan kering proses awalnya yaitu ketiga daun dipotong dan ditumbuk kemudian dilarutkan kedalam air yang sudah dicampuri larutan feri klorida (FeCl3) Uji coba tersebut dimaksudkan untuk mengetahui apakah obyek mengandung zat tannin atau tidak, jika berubah warna hijau ke biru biruan berarti zat tersebut mengandung zat tannin yang berfungsi sebagai bahan untuk mengawetkan . 

Dari hasil ini diketahui ada 2 daun yang menggandung zat tannin yaitu yang berwarna hijau dan kuning Dari sinilah kemudian ketiganya menemukan ide untuk mengawetkan telur dengan memanfaatkan daun mangga yang berwarna kuning sekaligus memanfaatkan daun yang tidak terpakai menjadi lebih bermanfaat Dari dua telur yang diuji menggunakan campuran air daun mangga dan yang tidak dicampur telur mengalami perbedaan yang cukup signifikan, dari percobaan selama kurang lebih dua minggu jika menggunakan campuran daun ini telur masih terlihat bagus dalam artian tidak berubah beratnya dan terlihat rapat, hal ini berbeda jika telur tidak dicampuri daun mangga

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...