Langsung ke konten utama

Kades Boteng Gembok SMA Negeri 1 Menganti, Inilah Sebabnya

Dikarenakan ada 20 warganya yang tidak diterima dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMA Negeri I Menganti, Gresik Kepala Desa Boteng melakukan penggembokan gerbang sekolah Kamis Kemarin. Sehingga mengakibatkan puluhan siswa gagal daftar ulang.
Sma Menganti Gresik

Akhirnya atas kesepakatan antara pihak sekolah dan Muspika setempat, proses daftar ulang dialihkan ke kantor Kecamatan Menganti. Saat Kamis pagi harinya, Panitia PPDB SMA Negeri I Menganti sudah berhasil memasukan 30 data siswa baru. Sampai adanya kesepakatan pada rapat yang diikuti oleh Muspika, Pihak Sekolah serta Kepala Desa Boteng. Pada jam 12 siang akhirnya gembok dibuka kembali. Dan proses daftar ulang berlanjut sampai selesai. 

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Gresik Mahin yang didampingi kabag Humas Pemkab Gresik Suyono saat melapor ke Bupati Gresik, tercatat ada 7 siswa dari desa setempat yang diterima di SMA Negeri I Menganti. Namun 20 siswa yang lain tidak berhasil lolos tes. Kades setempat ngotot agar siswa yang tidak lolos tersebut agar bisa diterima. Alasan yang dikemukanan Kades tersebut, karena ada Memorandum of Understanding (MoU) agar pihak Sekolah menerima semua siswa yang berasal dari Desa Boteng. 

Namun sampai berita ini diturunkan, MoU tersebut sebagai bukti otentik yang bisa dipertanggungjawabkan tidak pernah ditemukan dan tidak ada. Menurut Mahin, pelaksanaan proses PPDB di Gresik berjalan sesuai system yang sudah ditetapkan serta sesuai kuota yang sudah ditetapkan. 

“Sesuai arahan Bupati agar proses PPDB harus fair play, berdasarkan nilai UAN dan Hasil tes masuk dan tidak boleh ada kecurangan” katanya. Sementara Kepala SMA Negeri I Menganti, Fadholi melalui kabag Humas Pemkab Gresik mengatakan, jumlah siswa yang diterima pada PPDB tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 320 siswa dari 382 siswa pendaftar. “Akhirnya semua siswa yang diterima berhasil mendaftar ulang seluruhnya pada hari terakhir Kamis kemarin” ungkap Fadholi. seperti dikutip dari gresikkab go id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Desa "Karangpoh"

Karangpoh Penamaan desa karangpoh hampir mirip dengan sejarah Penamaan desa Karangturi . Dahulu diceritakan dalam buku berjudul "Sekelumit asal usul nama desa" yang ditulis oleh Loemaksono menceritakan Daerah disekitar Gresik banyak pohon Mangga. Pohon ini dijaga dengan baik oleh masyarakat disana dan dijadikan sebagai mata pencaharian  Penamaan Karang Poh ini tidak lepas dari proses berbuah pohon mangga yang senantiasa mengeluarkan bau harum ketika mulai ranum. Orang jawa menyebut buah mangga yang mulai ranum ini dengan " poh" . Ketika kulit poh yang mulai menguning inilah para petani mulai memanennya. dan dikumpulkan kedalam wadah besar yang terbuat bernama bojog .  Sebagai pegingat dan kenang kenangan tempat ini sekarang dinamai Karang Poh.yang berarti tempat atau hunian yang banyak dijumpai pohon mangga dan orang berjualan poh. Kondisi sekarang tentu sudah banyak berubah kita akan sangat sulit menemukan pohon mangga disana, hanya dibeberapa rumah pe...