Langsung ke konten utama

Biaya Cat Kantor Bupati 1 Miliar

Di tengah ancaman defisit anggaran, Pemkab Gresik mengalokasikan biaya perawatan yang cukup besar. Untuk menutupi kerusakan cat kantor bupati, Bagian Perlengkapan harus mengeluarkan kocek sebesar Rp 1 miliar. Biaya itu digunakan untuk menutup cat yang mengelupas dengan menggunakan alumunium composite panel (ACP). 
Foto Radar Gresik


Pantauan di lapangan, proses pemasangan ACP sudah berlangsung. Kontraktor pelaksana saat ini mulai memasang scaffolding. Pemasangan ACP ini kemungkinan baru selesai dilakukan dalam waktu tiga bulan ke depan. Harapannya, dengan memasang ACP ini bisa mengurangi biaya pengecatan yang selama ini dilakukan. Kepala Bagian (Kabag) Perlengkapan Setda Gresik Nanang Setiawan mengatakan, pemasangan ACP ini lantaran gedung Kantor Bupati sudah cukup tua. Sehingga, berkali-lali dilakukan pengecatan selalu mengelupas. "Kami sudah coba cat yang paling bagus tapi masih mengelupas. Jadi kami pilih ACP," ungkap dia. 

Dijelaskan, untuk memasang ACP tersebut, pihaknya sudah menyediakan anggaran sebesar Rp 1 miliar. Pekerjaannya dilakukan CV Al-Ghibran dengan batas waktu selama empat bulan. "Sudah mulai dilakukan, kemungkinan baru selesai pada akhir November mendatang," katanya. Sementara itu, kalangan dewan menyebutkan jika tingginya anggaran pemeliharaan gedung tersebut sudah sesuai kesepakatan. Sehingga, saat terjadi efisiensi tidak bisa dilakukan pengeprasan. "Saat efisiensi proyek tersebut sudah dilakukan lelang jadi tidak boleh dibatalkan," terang Anggota Banggar DPRD Gresik Mujid Ridwan. 

 Ditambahkan, untuk efisiensi yang dilakukan adalah terhadap proyek-proyek yang belum dilelang. Selain itu, juga terhadap proyek-proyek yang termasuk kategori Penujukan Langsung (PL). "Kami tidak berani membatalkan proyek yang sudah lelang karena melanggar ketentuan," pungkas dia



sumber : Radar Gresik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Desa "Karangpoh"

Karangpoh Penamaan desa karangpoh hampir mirip dengan sejarah Penamaan desa Karangturi . Dahulu diceritakan dalam buku berjudul "Sekelumit asal usul nama desa" yang ditulis oleh Loemaksono menceritakan Daerah disekitar Gresik banyak pohon Mangga. Pohon ini dijaga dengan baik oleh masyarakat disana dan dijadikan sebagai mata pencaharian  Penamaan Karang Poh ini tidak lepas dari proses berbuah pohon mangga yang senantiasa mengeluarkan bau harum ketika mulai ranum. Orang jawa menyebut buah mangga yang mulai ranum ini dengan " poh" . Ketika kulit poh yang mulai menguning inilah para petani mulai memanennya. dan dikumpulkan kedalam wadah besar yang terbuat bernama bojog .  Sebagai pegingat dan kenang kenangan tempat ini sekarang dinamai Karang Poh.yang berarti tempat atau hunian yang banyak dijumpai pohon mangga dan orang berjualan poh. Kondisi sekarang tentu sudah banyak berubah kita akan sangat sulit menemukan pohon mangga disana, hanya dibeberapa rumah pe...