Langsung ke konten utama

Woow Lapas Gresik Canangkan Pesantren At Taubah Bagi Tahanannya

MUI kerjasama dengan Lapas Gresik
Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Gresik di Jalan Raya Cerme, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik, Jawa Timur, membuat terobosan dengan menggagas pondok pesantren untuk para penghuninya. Pondok yang diberinama At Taubah ini berkat kerjasama MUI Gresik dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Gresik. 

“Berbeda dengan pesantren kilat yang digelar setiap Bulan Ramadhan, untuk program pondok pesantren dalam rutan ini, setiap hari akan dilaksanakan. Dengan tentunya, tidak mengganggu dari jadwal tahanan sendiri,” ungkap kepala Rutan Klas II B Gresik, Kusnan, Selasa (13/9/2016) seperti dikutip dari Kompas 

“Untuk jadwal yang sudah pasti itu setiap hari pada pukul 09.00 WIB. Selain juga pada petang hari, pada saat jeda selepas shalat maghrib sampai masuk waktu shalat isya,” lanjutnya.

Untuk itu, Rutan Klas II B Gresik juga coba bekerja sama dengan banyak pondok pesantren yang ada di Gresik untuk mengisi jadwal pondok pesantren di dalam rutan. “Alhamdulillah, dengan acara yang tidak rutin seperti kemarin saja, ada salah satu mantan binaan kami yang kini sudah menjadi muadzin dan imam di salah satu masjid yang ada di Kecamatan Gelagah, Lamongan. Namanya Wawan dan semoga saja, dengan adanya pondok pesantren ini, akan banyak terlahir Wawan-Wawan selanjutnya,” tutur Kusnan. 

Pesantren Lapas Gresik Foto Radar Gresik

Sementara itu, KH Mansyur Djamhari (80) yang merupakan pemangku pondok pesantren Raudhatul Khidmah yang berada di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik, mengaku tidak keberatan dalam membantu. “Karena bagi kami, gagasan ini adalah ide mulia dan harus didukung. Sebab pada dasarnya, tidak ada manusia yang selalu benar dan pasti ada khilafnya. Jadi sebagai sesama manusia, kita wajib saling mengingatkan. Apalagi, pondok pesantren saya sendiri juga tidak jauh dari rutan,” kata Mansyur. 

Wakil Bupati Gresik Mochammad Qosim yang hadir dalam acara peresmian pondok pesantren dalam rutan juga menyatakan, pihaknya akan membantu dan mendukung penuh jajaran Rutan Klas II B Gresik dalam melaksanakan program tersebut. “Sebab bagi kami, rutan itu bukan sarana untuk menghukum. Tapi sarana untuk membina para penghuninya, supaya bisa kembali diterima di tengah-tengah masyarakat selepas ia dinyatakan bebas nantinya,” tutur Qosim


Sumber : Kompas, Radar Gresik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adu Banteng Brio dan Truk Trailer Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Balongbendo Sidoarjo, 2 Pengendara Motor Tewas di Tempat

INIGRESIK.COM -  Jalur tengkorak nasional penghubung Mojokerto menuju Surabaya kembali memakan korban jiwa akibat kelalaian berkendara di jalan raya. Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan sekaligus terjadi di Jalan Raya Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu, 10 Juni 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. Insiden tragis pada pagi buta ini mengakibatkan dua orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian setelah dihantam truk trailer yang hilang kendali. Tragedi ini bermula ketika sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi S-1865-PM melaju dari arah barat menuju ke timur. Mobil yang dikemudikan oleh Bashori Alwi, seorang pria berusia 56 tahun asal Sooko, Mojokerto, diduga kuat melaju dengan kondisi pengemudi yang kurang konsentrasi. Akibat hilangnya fokus mengemudi tersebut, laju mobil seketika berjalan terlalu ke kanan hingga memakan marka jalan dan masuk ke jalur berlawanan yang sangat membahayakan. Pada saat yang bersamaan...