Langsung ke konten utama

Masalah IT, Tenaga Kerja Indonesia Rajai ASEAN

Indonesia merajai ASEAN Skills Competition (ASC) XI dalam bidang Information and Technology (IT). Delegasi Indonesia meraih emas pada kejuruan IT software for business, web design (2 emas), graphic design (2 emas), mechnical enginering design, mobile robotic, serta medali perak untuk kejuruan IT network system administration. 

Indonesia sendiri menjadi runner up dalam kompetisi tigkat ASEAN tersebut, dengan perolehan 13 medali emas, 2 medali perak dan 7 medali perunggu. "Kita dapat emas di hampir semua kejuruan Information Technology, dalam ASEAN tenaga kerja IT kita adalah yang terbaik," ungkap Abdul Wahab Bangkona, Sekertaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pada acara pembubaran Delegasi Indonesia ASEAN Skills Competition XI 2016, Jakarta (30/9). 

Selain mendominasi kejuruan IT, Indonesia juga mendapat sejumlah medali emas pada kejuruan fashion technology, cabinet making (2 emas), bricklaying, industrial automation dan electronics. "Meskipun tidak mendulang emas tapi kejuruan welding menunjukan peningkatan kualitas, begitupun dengan kejuruan beauty theraphy yang mendapatkan medali perunggu," terang Sekjen Wahab. Kepada delegasi Indonesia yang telah menjadi juara dalam kompetisi ASC, Kementerian Ketenagakerjaan mengganjar para pemenang dengan hadiah. Peraih medali emas mendapatkan 20 juta, peraih medali perak mendapat 17.5 juta, peraih perunggu 15 juta dan peraih diploma mendapatkan 12.5 juta. 

"Delegasi Indonesia peraih emas, di antaranya Riza Budi Prasetya meraih emas dalam IT Software Solution For Business, Helmi Yuliardi meraih emas dalam Kejuruan Electronics, dan Anggun Nurdila menyumbang emas untuk Fashion Technology," kata Wahab. Kemudian Hadi Setiawan dan Kenrick Satrio Sahputra dinobatkan sebagai Web Designer Terbaik se-ASEAN dan berhasil meraih emas. Sedangkan Abdul Azis dan M Asad Humam meraih perunggu dalam Kejuruan Automobile Technology, M Dhio Fadly dan Junito Suroto meraih perak dalam kejuruan CNC Maintenance. Ahmad Zaenul Amin dan Martinus Dedi Wicaksono dinobatkan sebagai Cabinet Maker Terbaik se-ASEAN, dan Dwi Safitri Raih meraih perak pada Kejuruan Beauty Therapy. Eko Mustofa dan Andy Yuniawan berhasil menjuarai Kejuruan Mobile Robotics, dan Dina Nugrahani meraih perak dalam Fashion Technology. Sedangkan Saridah meraih medali perunggu dalam Kompetisi Hairdressing, dan Okky Permana dinobatkan sebagai Jawara Graphic Design Technology se-ASEAN. Biro Humas Kemnaker


sumber : kemnaker

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perkuat Sinergi Desa dan Polisi, Kapolres Gresik Luncurkan “Lapor Cak Roma” untuk Wujudkan Gresik Aman dan Kondusif

INIGRESIK.COM  – Dalam semangat mempererat kolaborasi antara kepolisian dan pemerintah desa, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menggelar silaturahmi bersama jajaran Ketua Persatuan Kepala Desa Indonesia (PKDI) se- Kabupaten Gresik , Jumat (10/10/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula SAR Polres Gresik itu dihadiri Wakapolres Kompol Danu Anindhito Kuncoro, pejabat utama Polres Gresik, serta Ketua PKDI Kabupaten Gresik, Nurul Yatim, yang juga Kepala Desa Baron, Kecamatan Dukun, bersama seluruh Ketua PKDI tingkat kecamatan. Dalam arahannya, Kapolres Rovan menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan pemerintah desa untuk menjaga Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Sitkamtibmas) . Ia menegaskan, keamanan bukan semata tugas kepolisian, namun juga membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh kepala desa dan masyarakat. “Kami berharap peran aktif para kepala desa dalam mendukung program strategis Polres Gresik, termasuk mengaktifkan Sat Kamling dan memperluas ...