Langsung ke konten utama

Woow Ada 181 Hektar Permukiman Kumuh di Gresik

Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik, Djoko Sulistio Hadi menyebutkan, masih ada sekitar 181 hektar kawasan perumahan dan permukiman kumuh di wilayahnya. “Dari data yang saya dapatkan, areal kumuh itu tersebar di seratus tiga desa dan kelurahan, yang terdapat di lima kecamatan,” jelas Djoko, Selasa (18/10/2016). “Tapi untuk menghilangkan kawasan kumuh ini, memang diperlukan koordinasi dari semua pihak, lebih-lebih dengan SKPD terkait untuk mengambil perannya sesuai tugas dan fungsinya masing-masing,” sambungnya. 

Hanya saja, Djoko enggan menjelaskan secara detail desa mana saja yang masuk dalam kategori kumuh tersebut. Ia hanya memastikan bahwa permukiman kumuh itu terdapat di lima kecamatan yang meliputi Kecamatan Kota, Kebomas, Manyar, Menganti, serta Driyorejo. “Makanya, selain pimpinan SKPD terkait, kami juga mengundang camat yang memimpin lima kecamatan tersebut untuk sosialisasi. Dengan harapan, sosialisasi ini dapat diteruskan ke tingkat lebih bawah yakni, kepala desa dan lurah setempat,” jelasnya. Untuk menghapus kawasan perumahan kumuh sampai nol persen pada tahun 2019, 

Pemkab Gresik juga bertekad merealisasikan peningkatan akses air minum serta pembenahan infrastruktur sanitasi terpadu dengan program lainnya. Program itu sudah disanggupi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Gresik, Bambang Isdianto. Bambang mengatakan, sebagai tahap awal, pihaknya bakal melaksanakan program perbaikan dan pembangunan saluran air. “Tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum melaksanakan program perbaikan dan perbaikan saluran air, dengan total anggaran mencapai Rp 4,5 miliar dari dana APBN. Ini merupakan upaya terbaik untuk menghilangkan kekumuhan dengan pendekatan program cipta karya,” kata Bambang. Ia berharap, pada tahun 2019, masyarakat Gresik bisa mendapatkan akses air bersih dari PDAM. Pada tahun depan, bakal ada penambahan produksi PDAM dengan memanfaatkan air dari PT Drupadi sebesar 400 liter per detik, dan PT Dewata Bangun Tirta sebesar 200 liter per detik. “Ditambah dengan pasokan air dari Bendung Gerak Sembayat (BGS) serta dari air Umbulan, saya yakin pada 2019 seluruh masyarakat Gresik bisa menikmati aliran air PDAM,” terangnya


sumber : kompascom

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adu Banteng Brio dan Truk Trailer Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Balongbendo Sidoarjo, 2 Pengendara Motor Tewas di Tempat

INIGRESIK.COM -  Jalur tengkorak nasional penghubung Mojokerto menuju Surabaya kembali memakan korban jiwa akibat kelalaian berkendara di jalan raya. Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan sekaligus terjadi di Jalan Raya Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu, 10 Juni 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. Insiden tragis pada pagi buta ini mengakibatkan dua orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian setelah dihantam truk trailer yang hilang kendali. Tragedi ini bermula ketika sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi S-1865-PM melaju dari arah barat menuju ke timur. Mobil yang dikemudikan oleh Bashori Alwi, seorang pria berusia 56 tahun asal Sooko, Mojokerto, diduga kuat melaju dengan kondisi pengemudi yang kurang konsentrasi. Akibat hilangnya fokus mengemudi tersebut, laju mobil seketika berjalan terlalu ke kanan hingga memakan marka jalan dan masuk ke jalur berlawanan yang sangat membahayakan. Pada saat yang bersamaan...