Langsung ke konten utama

Gus Sholah dan KH Hasyim Muzadi Jamin Penangguhan Penahanan Husnul Khuluq


Dua Pengasuh Pondok Pesantren di Jawa Timur menjadi penjamin penangguhan penahanan Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Husnul Khuluq. Mereka adalah KH Salahuddin Wahid (Pengasuh Ponpes Tebuireng) dan KH Hasyim Muzadi (Pengasuh Ponpes Al Hikam, Malang). Sebagaimana diketahui, mantan Ketua PCNU Kabupaten Gresik ini menjadi tersangka dugaan korupsi sewa laut antara PT Smelting dengan Pemkab Gresik tahun 2006. 

Dalam kasus ini, Husnul Khuluq dan dua mantan petinggi PT Smelting menjadi tersangka dan sudah ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik "Pihak keluarga sudah memohon dan sekarang kami berdua juga memohon serta siap menjadi penjamin Husnul Khuluq kalau Kejari Gresik khawatir dia akan kabur," kata Gus Solah sapaan KH Salahuddin Wahid di Surabaya, Rabu (23/11/2016). Adik kandung Presiden keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan KH Hasyim Muzadi ini mengaku bersedia menjadi penjamin lantaran kasus hukum yang menimpa 

Husnul Huluq terkesan dipaksakan dan unsur kriminalisasinya sangat kuat. "Apa yang dilanggar Husnul Khuluq juga tidak jelas. Apalagi PT Smelting sudah membayar uang retribusi sewa perairan laut ke Kasda tapi dikembalikan sampai dua kali, lalu kemudian diperkarakan ke Polda Jatim," ungkap mantan Anggota Komnas HAM ini. Gus Sholah mengakui, penegakan hukum yang dilakukan Polda Jatim dalam menangani kasus Husnul Khuluq jelas tak sejalan dengan harapan Presiden RI, Jokowi. 

"Harusnya kalau sudah ada inisiatif mengembalikan, ya kasus ini tidak diteruskan. Apalagi Sekda itu hanya menjalankan perintah Bupati," terang Gus Sholah. Ia juga mengkritik pasal dakwaan yang digunakan penyidik kepolisian karena sudah di luar kewenangan Sekda. "Sesuai Perda dan SK Bupati, besaran retribusi sewa perairan itu 300/meter/tahun dikalikan luas sehingga ketemu angka Rp1,3 miliar. Tapi polisi justru menggunakan besaran 500/meter/tahun dikalikan luas sehingga ada selisih 200 yang kemudian dijadikan bukti kerugian negara, " pungkas Gus Sholah.


sumber : Okezone

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adu Banteng Brio dan Truk Trailer Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Balongbendo Sidoarjo, 2 Pengendara Motor Tewas di Tempat

INIGRESIK.COM -  Jalur tengkorak nasional penghubung Mojokerto menuju Surabaya kembali memakan korban jiwa akibat kelalaian berkendara di jalan raya. Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan sekaligus terjadi di Jalan Raya Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu, 10 Juni 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. Insiden tragis pada pagi buta ini mengakibatkan dua orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian setelah dihantam truk trailer yang hilang kendali. Tragedi ini bermula ketika sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi S-1865-PM melaju dari arah barat menuju ke timur. Mobil yang dikemudikan oleh Bashori Alwi, seorang pria berusia 56 tahun asal Sooko, Mojokerto, diduga kuat melaju dengan kondisi pengemudi yang kurang konsentrasi. Akibat hilangnya fokus mengemudi tersebut, laju mobil seketika berjalan terlalu ke kanan hingga memakan marka jalan dan masuk ke jalur berlawanan yang sangat membahayakan. Pada saat yang bersamaan...