Langsung ke konten utama

Benarkah Ada Kampung TKA Ilegal China di Gresik ?

Terbongkarnya serbuan Tenaga Kerja Asing (TKA), khususnya dari negara China, di Gresik, Jawa Timur, membuat sejumlah elemen bereaksi. Bahkan, jauh hari sebelum terciumnya TKA asal China di media, sejumlah pihak aparat penegak hukum mencium adanya sebuah kampung di daerah Kabupaten Gresik yang berisi ratusan TKA asal China. Bahkan, kampung itu disediakan dan difasilitasi beberapa instansi pemerintah dan dijaga khusus oleh sejumlah petugas. 

Informasi yang dihimpun Surabaya Pagi di lapangan, beberapa sumber dari internal aparat penegak hukum di Gresik, sudah mengendus adanya kampung TKA asal China yang difasilitasi oleh instansi pemerintah. “Satu kampung, isinya orang-orang Tiongkok semua. Bahkan itu ada yang jaga. Aparat juga. Beberapa warga sekitar dan instansi terkait disana juga menjaganya. Dan itu sudah berlangsung lebih dari dua tahun. Info yang saya terima, banyak yang gak punya ijin,” ucap sumber intelejen salah satu aparat penegak hukum di Gresik, kepada Surabaya Pagi, beberapa hari sebelum terkuaknya TKA Ilegal asal China itu. 

Bahkan, sumber tersebut menambahkan, ketatnya penjagaan juga pihak aparat penegak hukum masih belum berani untuk menggerebek. “Kita saat ini memang masih berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait dulu. Ada banyak oknum yang diduga terlibat,” ucap sumber tersebut.
Polisi tak Berani Menindak Namun sayang, sejumlah aparat penegak hukum masih belum berani menindak secara langsung adanya TKA Ilegal asal China itu. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera sendiri menegaskan, pihaknya tidak berani menindak bila tidak ada instruksi atau perintah dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kependudukan (Disnakertransduk) Jawa Timur dan Kantor Imigrasi. 

“Apalagi ini masih belum menimbulkan permasalahan sosial dan hukum. Jadi kita tidak bisa menindak. Kita masih mempercayakan pada penelusuran dari instansi terkait, yakni Disnaker dan Imigrasi pastinya,” ucap Kombes Barung kepada Surabaya Pagi, Rabu kemarin. Kombes Barung menegaskan kembali lagi, kepolisian akan ikut menindak bila tidak ada sebab akibat yang menimbulkan keresahan masyarakat. “Intinya begitu, makanya coba cek ke imigrasi dan ketenagakerjaan soal ijin tinggalnya dulu,” ucapnya. 

Berkat Menang Tender Sejak Rabu (13/12/2016) kemarin, dari informasi yang berhasil digali, TKA asal China itu merupakan pekerja yang sengaja dipekerjakan oleh Badan Usaha Milik Nasional (BUMN) untuk menggarap pembangunan proyek. Mereka, dipekerjakan oleh PT Wouhan setelah menang tender yang dilakukan PT Petrokimia Gresik.

sumber : //www.surabayapagi.com/read/147088/2016/12/15/Ada_Kampung_TKA_Ilegal_China_di_Gresik.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hanyut 131 Meter, Pemancing 23 Tahun yang Tenggelam di Kali Lamong Ditemukan Meninggal Dunia Setelah 2 Hari Pencarian

INIGRESIK.COM - Duka mendalam menyelimuti warga Romokalisari, Surabaya. Setelah melalui proses pencarian intensif yang menegangkan selama hampir dua hari, Lukman Hakim (23), seorang pemancing yang dilaporkan tenggelam di Sungai Kali Lamong, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa pagi, 9 Juni 2026. Penemuan ini mengakhiri pencarian besar-besaran yang melibatkan puluhan personel tim SAR gabungan sejak awal pekan ini. Jasad pemuda tersebut berhasil dievakuasi dari aliran sungai yang menjadi batas wilayah antara Kabupaten Gresik dan Kota Surabaya. Titik penemuan korban berada sekitar 131 meter dari lokasi pertama kali ia dilaporkan hilang terseret arus pada Senin, 8 Juni 2026. Penemuan ini langsung dikonfirmasi oleh otoritas terkait yang memimpin langsung jalannya operasi di lapangan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya, Nanang Sigit P.H., selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menjelaskan bahwa penemuan korban bermula dari laporan warga yang melihat seso...