Langsung ke konten utama

Wabup Qosim "Saya Dulu Tidak Pacaran"



Bertempat di aula Kementrian Agama (Kemenag) Gresik Minggu 4 Desember 2016, kurang lebih 27 wisudawan sekolah pra nikah mengikuti prosesi wisuda sekaligus mendengarkan paparan dari para pemateri antara lain Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim, Pembina Rumah Keluarga Indonesia Fahrizal Muhammad Kohar, serta Moh Zaeni selaku KASI Bimbingan Masyarakat Islam 

"Saya dulu menikah dengan istri saya, kenalnya pas ijab qobul" ujar Mohammad Qosim dalam sambutan sekaligus penyampaian materinya. Selain itu Wakil Bupati Gresik pasangan Sambari ini menyampaikan kepada peserta beberapa data terkait dengan angka perceraian yang semakin tinggi, sehingga keberadaan sekolah sebelum menikah menjadi sangat penting, sekaligus beliau mengapresiasi kepada panitia yang telah menggelar acara ini secara rutin setiap tahunnya 

Dalam materi selanjutnya Moh Zaeni selaku KASI Bimbingan Masyarakat Islam memaparkan juga terkait persiapan menjelang pernikahan, termasuk perbedaan antara pacaran dan ta'aruf. Salah satu paparanya bahwa jika ta'aruf maka berani untuk bertanggung jawab sementara pacaran cenderung untuk main main saja

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adu Banteng Brio dan Truk Trailer Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Balongbendo Sidoarjo, 2 Pengendara Motor Tewas di Tempat

INIGRESIK.COM -  Jalur tengkorak nasional penghubung Mojokerto menuju Surabaya kembali memakan korban jiwa akibat kelalaian berkendara di jalan raya. Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan sekaligus terjadi di Jalan Raya Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu, 10 Juni 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. Insiden tragis pada pagi buta ini mengakibatkan dua orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian setelah dihantam truk trailer yang hilang kendali. Tragedi ini bermula ketika sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi S-1865-PM melaju dari arah barat menuju ke timur. Mobil yang dikemudikan oleh Bashori Alwi, seorang pria berusia 56 tahun asal Sooko, Mojokerto, diduga kuat melaju dengan kondisi pengemudi yang kurang konsentrasi. Akibat hilangnya fokus mengemudi tersebut, laju mobil seketika berjalan terlalu ke kanan hingga memakan marka jalan dan masuk ke jalur berlawanan yang sangat membahayakan. Pada saat yang bersamaan...