Langsung ke konten utama

Pipa di Tengah Jalan Daendels Gresik Disingkirkan

Arus lalu lintas (Lalin) di Jalan Daendels Pantura Gresik kembali lancar setelah polisi menyingkirkan pipa yang ditaruh warga di tengah jalan. Sebanyak 8 anggota polisi Satlantas dibantu warga terpaksa harus bergotong-royong menyingkirkan pipa yang melintang di tengah jalan. 

"Arus lalin di Jalan Daendels Gresik tepatnya di daerah Desa Betoyo, Kecamatan Manyar, Gresik sudah lancar. Kendati arus lalinnya merambat karena ada kerusakan jalan yang cukup parah," kata Kasat Lantas Polres Gresik AKP Anggi Saputra Ibrahim, Senin (2/01/2017) seperti dikutip dari beritajatim.com. 

Masih menurut AKP Anggi Saputra, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terhadap pengendara yang melintas. Pihaknya menempatkan sejumlah anggota Satlantas sekaligus bertugas mengatur lalu lintas di jalan tersebut. 

"Informasi yang barusan saya terima dari anggota. Pipa yang melintang di tengah jalan sudah disingkirkan," ujarnya. Berdasarkan pantauan di lapangan, arus lalin di Jalan Daendels Pantura Gresik. Tepatnya, di daerah Desa Betoyo, Kecamatan Manyar, Gresik sempat terjadi kemacetan karena ada pipa yang ditempatkan warga di tengah jalan sebagai aksi bentuk protes terhadap pemerintah. 

Setelah dilakukan komunikasi antara polisi dan warga. Akhirnya, pipa yang melintang itu disingkirkan polisi dan arus lalin di Jalan Daendels Pantura Gresik kembali lancar.


Sumber : Beritajatim.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adu Banteng Brio dan Truk Trailer Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Balongbendo Sidoarjo, 2 Pengendara Motor Tewas di Tempat

INIGRESIK.COM -  Jalur tengkorak nasional penghubung Mojokerto menuju Surabaya kembali memakan korban jiwa akibat kelalaian berkendara di jalan raya. Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan sekaligus terjadi di Jalan Raya Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu, 10 Juni 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. Insiden tragis pada pagi buta ini mengakibatkan dua orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian setelah dihantam truk trailer yang hilang kendali. Tragedi ini bermula ketika sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi S-1865-PM melaju dari arah barat menuju ke timur. Mobil yang dikemudikan oleh Bashori Alwi, seorang pria berusia 56 tahun asal Sooko, Mojokerto, diduga kuat melaju dengan kondisi pengemudi yang kurang konsentrasi. Akibat hilangnya fokus mengemudi tersebut, laju mobil seketika berjalan terlalu ke kanan hingga memakan marka jalan dan masuk ke jalur berlawanan yang sangat membahayakan. Pada saat yang bersamaan...