Langsung ke konten utama

Dapat Hak Paten Batik Pamiluto Ceplokan Jadi Ikon Baru di Gresik

Sebagai warga Gresik, Jika ditanya apakah batik khas dari Gresik ? tidak usah bingung. Jawab saja batik Pamiluto Ceplokan. 

Sejak 31 Januari 2017 batik Pamiluto Ceplokan secara resmi memiliki hak paten dari Kementerian Hukum dan HAM, sehingga batik ini otomatis menjadi ikon baru Gresik.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian dan Perdagangan Gresik Agus Budiono mengatakan, pengurusan hak paten batik Pamiluto Ceplokan tidak mudah. Sejak pertama kali dicetuskan, sudah sembilan kali revisi. “Namun, segala upaya kami lakukan semenjak Bupati meminta agar motif batik Pamiluto Ceplokan dipatenkan dan akhirnya berhasil,” ungkapnya seperti dikutip dari harian Sindo

“Kami bersama Dekranasda Gresik yang punya hak memproduksi dan mengedarkan batik Pamiluto Ceplokan. Tentu ada konsekuensi hukum apabila ada pihak lain yang meniru, baik memproduksi maupun memperbanyak kain batik,” ancam dia. 

Ide batik Pamiluto Ceplokan muncul pada lomba desain batik yang diselenggarakan Dekranasda Gresik. Dari 1.250 peserta, 32 di antaranya diberangkatkan mengikuti kursus membatik ke Yogyakarta selama sebulan. 

Dari jumlah tersebut, lalu lolos tujuh peserta yang diikutkan kursus lanjutan. “Dan, ketujuh orang yang lolos kursus lanjutan tersebut menjadi pemandu batik di Gresik dan menularkan ilmu mereka ke beberapa desa. Gresik sekarang sudah punya 270 pembatik andal,” tandas Agus. 

Sekretaris Dekranasda Ismiyati mengungkapkan, ke-270 pembatik itulah yang memproduksi batik Pamiluto Ceplokan. Mereka tersebar di enam desa. “Sejak diproduksi massal mulai awal Januari 2017 sampai hari ini telah menghasilkan 7.000 lembar kain. Sesuai pengerjaannya, ada dua jenis kain, masing-masing batik tulis dan batik cap. Harganya paling mahal batik tulis eksklusif Rp550.000 dan yang termurah batik cap Rp175.000,” bebernya.


“Pada batik ini ada gambar ikan, pabrik, gapura makam Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim, bandeng, kepiting, kapal rakyat, pudak, dan rusa bawean. Beberapa gambar tersebut digabung dengan berbagai motif ornament sisik, kawung, truntum, semen, grompol danatirta, selingcecek pitu, dan parang barja” jelas Ismiyati


Sumber : Sindo , Gresiknews

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Desa "Karangpoh"

Karangpoh Penamaan desa karangpoh hampir mirip dengan sejarah Penamaan desa Karangturi . Dahulu diceritakan dalam buku berjudul "Sekelumit asal usul nama desa" yang ditulis oleh Loemaksono menceritakan Daerah disekitar Gresik banyak pohon Mangga. Pohon ini dijaga dengan baik oleh masyarakat disana dan dijadikan sebagai mata pencaharian  Penamaan Karang Poh ini tidak lepas dari proses berbuah pohon mangga yang senantiasa mengeluarkan bau harum ketika mulai ranum. Orang jawa menyebut buah mangga yang mulai ranum ini dengan " poh" . Ketika kulit poh yang mulai menguning inilah para petani mulai memanennya. dan dikumpulkan kedalam wadah besar yang terbuat bernama bojog .  Sebagai pegingat dan kenang kenangan tempat ini sekarang dinamai Karang Poh.yang berarti tempat atau hunian yang banyak dijumpai pohon mangga dan orang berjualan poh. Kondisi sekarang tentu sudah banyak berubah kita akan sangat sulit menemukan pohon mangga disana, hanya dibeberapa rumah pe...