Langsung ke konten utama

Duta Genre Gresik Peduli Ponorogo

Sejumlah anggota Duta Generasi Berencana (GenRe) Gresik, sejak pagi melakukan aksi solidaritas galang dana untuk membantu korban tanah longsor yang menimpa warga Ponorogo, Jawa Timur. Penggalangan dana dilakukan oleh Duta GenRe Gresik di tiga lokasi strategis yakni Alun – alun Gresik, Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) dan Bundaran GKB pada Minggu pagi (09/04/2017) 

Koordinasi aksi galang dana bencanalongsor di Ponorogo, Reza Arfiyan mengungkapkan, aksi ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan terhadap korban tanah longsor di Kabupaten Ponorogo yang menyebabkan banykanya korban. “Penggalangan dana yang kami lakukan guna meringankan beban derita khususnya korban longsor” katanya Reza yang juga kepala divisi Sosma Duta GenRe Gresik menuturkan bahwa longsor di Kabupaten Ponorogo tersebut bukan hanya menimbulkan korban jiwa, namun banyak warga yang mengalami kerugian material. 

“Akibat longsor tersebut banyak korban jiwa dan beberapa rumah serta fasilitas umum yang rusak.” Lanjutnya. Ia mengatakan, nantinya dana yang terkumpul akan dihimpun dngan beberapa komunitas untuk disalurkan langsung kepada korban bencna longsor di Kabupaten Ponorogo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...