Langsung ke konten utama

Pilkada 2021, Golkar Siapkan Kader Sendiri

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Gresik 2021 memang masih tinggal beberapa tahun lagi. Namun, Partai Golkar Kabupaten Gresik rupanya sudah mulai ancang-ancang untuk mengusung kader sendiri. 

Bergabungnya sejumlah kiai di Gresik ke dalam partai berlambang beringin tersebut membuat Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Gresik optimistis mampu memenangkan pilkada Gresik dengan mengusung kader internal. Itu dikemukakan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur, Nyono Suharli Wihandoko saat jumpa pers usai membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Golkar Gresik 2017 di Hotel Pesonna, Jl. Panglima Surdirman, Gresik, Minggu (2/4/2017). 

 “Gencarnya konsolidasi yang dilakukan Pengurus DPD Partai Golkar mulai tingkat desa hingga kecamatan, serta masuknya sejumlah Kiai membuat kami optimis menang dalam Pilkada 2021,” kata Nyono. Beberapa kiai di Gresik yang bergabung le Partai Golkar Kabupaten Gresik antara lain KH. Nur Muhammad dan KH Asad Thoha. Mereka ditetapkan sebagai anggota Dewan Penasehat DPD Partai Golkar Gresik. 

“Ketokohan para Kiai ini tentu akan membuat program partai di masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujar Nyono. Bupati Jombang itu juga berharap soliditas kader dan aktifnya organisasi sayap partai dapat menambah perolehan kursi Partai Golkar di DPRD Kabupaten Gresik. Saat ini Golkar memiliki 11 kursi di DPRD Gresik.


Sumber : BeritaGresikcom

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Desa "Karangpoh"

Karangpoh Penamaan desa karangpoh hampir mirip dengan sejarah Penamaan desa Karangturi . Dahulu diceritakan dalam buku berjudul "Sekelumit asal usul nama desa" yang ditulis oleh Loemaksono menceritakan Daerah disekitar Gresik banyak pohon Mangga. Pohon ini dijaga dengan baik oleh masyarakat disana dan dijadikan sebagai mata pencaharian  Penamaan Karang Poh ini tidak lepas dari proses berbuah pohon mangga yang senantiasa mengeluarkan bau harum ketika mulai ranum. Orang jawa menyebut buah mangga yang mulai ranum ini dengan " poh" . Ketika kulit poh yang mulai menguning inilah para petani mulai memanennya. dan dikumpulkan kedalam wadah besar yang terbuat bernama bojog .  Sebagai pegingat dan kenang kenangan tempat ini sekarang dinamai Karang Poh.yang berarti tempat atau hunian yang banyak dijumpai pohon mangga dan orang berjualan poh. Kondisi sekarang tentu sudah banyak berubah kita akan sangat sulit menemukan pohon mangga disana, hanya dibeberapa rumah pe...