Langsung ke konten utama

Hiu Tutul Muncul di Perairan Gresik

hiu tutul ditemukan di Gresik
Seekor ikan hiu tutul sepanjang empat meter dengan berat mencapai sekitar satu ton, ditemukan Bejo (44), warga Kelurahan Kroman, Kecamatan Gresik, Jawa Timur, Selasa (30/5/2017). 

"Saat saya mau mengantar penumpang (anak buah kapal) kembali ke kapalnya yang sedang sandar, saya tidak sengaja menemukan hiu itu, sekitar 08.30 pagi tadi," ujar Bejo seperti dikutip dari kompas.com

Pada saat ditemukan kondisi ikan hiu masih dalam kondisi sekarat. "Dengan panjang dan berat segitu, tidak mungkin saya bisa menariknya dengan hanya satu perahu. Makanya saya kemudian balik ke kampung untuk mencari bantuan," ucapnya. 

Beserta anak dan juga para warga Kelurahan Kroman yang lain, Bejo dengan dibantu empat perahu lain lantas kembali mendatangi tempat ikan hiu tersebut terdampar. Namun saat mereka tiba di lokasi, ikan hiu yang terdampar tersebut sudah mati. 

Akhirnya mereka pun memutuskan untuk membawa ikan hiu tersebut ke daratan. Saat ini, hiu tersebut masih menjadi pusat perhatian dan tontonan warga sekitar. Sementara Bejo mengaku, masih bingung dengan apa yang akan dilakukan selanjutnya. 

Setelah Puluhan Tahun Hiu Tutul Muncul di Gresik
"Sementara lihat dulu. Kalau memang ada yang ingin beli ya akan saya jual, tapi kalau nggak ya akan kami kembalikan lagi ke tengah laut," ucap Bejo. Meski di lingkupi area perairan, namun warga Kelurahan Kroman sudah lama tidak melihat ikan hiu berukuran besar yang terdampar di wilayahnya. Sehingga warga cukup antusias untuk menonton ikan hiu tersebut. 

"Dulu memang sempat ada, tapi itu sudah puluhan tahun lalu, saat masih belum banyak pabrik dan kawasan pelabuhan seperti sekarang," kata Ahmad Huda (56), salah satu warga sekitar.


Sumber : Kompas 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...