Langsung ke konten utama

Sejarah Nama Kecamatan "DUKUN"

Dukun 

Kantor Kecamatan Dukun di Jl. Raya Dukun.

Kata "dukun" yang saya maksud disini bukanlah dukun dalam artian orang yang memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengobati orang atau berpengertian negatif. Namun, yang saya maksud adalah nama kecamatan di barat Kabupaten Gresik, yaitu kecamatan Dukun. 

Wilayah Dukun aslinya ada di dekat Pasar Dukun. Di dekat pasar ini dulunya merupakan wilayah persawahan dan tambak air tawar. Sisa persawahan dan tambak itu sampai sekarang masih ada. Para petani sawah dan tambak disini hampir tidak pernah bermasalah dengan air untuk irigasi dahulu. Maklum wilayah disini dekat dengan sungai. Namun, suatu ketika kemarau panjang terjadi, membuat kalang kabut para petani. 

Disinilah mulai terjadi riak kecil dalam antrian untuk mendapatkan air untuk irigasi sawah dan tambak. Hampir-hampir saja riak itu membesar. Beruntung, di sekitar lokasi kejadian dekat sekali dengan pesantren, sehingga sang kiai turun tangan menengahi dan mendamaikan perselisihan di antara para petani, sembari mengucap : " Ayo kudu rukun." Ucapan itu diucapkan berulang-ulang. Atas peristiwa ini tempat itu dinamakan (desa) "kuDU ruKUN". 

Sejak itu jarang sekali terjadi perselisihan lagi. Kini, dua kata itu diringkas menjadi "dukun" dan diabadikan sebagai nama kecamatan, karena tempat itu paling ramai sekecamatan. 

(Loemaksono-Persada) 

Sumber : https://www.facebook.com/loekma.sono

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kampung Berwawasan Pendidikan Gresik

DASAR PEMIKIRAN Perubahan selalu dialami oleh semua, baik individu maupun organisasi, tidak ada satupun individu dan organisasi di dunia ini yang tidak mengalami perubahan, bahkan gelombang perubahan makin tak terbendung. Dengan kemajuan teknologi informasi, organisasi kini berada pada lingkungan dinamis dan penuh persaingan. Hal tersebut menuntut individu dan organisasi untuk menyesuaikan cara-cara berusaha dan mencapai tujuan yang diinginkan. The Constant is change , itulah bahasa yang tepat untuk menggambarkan sifat perubahan itu sendiri. seakan-akan mengikuti sabda alam, semua hal mengalami perubahan, apakah berangsur-angsur ataukah drastis. Perubahan itu dapat berupa perubahan kemampuan pengetahuan, perubahan mental, perubahan lingkungan dan yang jelas perubahan itu pasti terjadi mau tidak mau, suka tidak suka. Untuk itu sebagai bagian dari masyarakat sudah seharusnya melibatkan diri dalam usaha pencerahan, pemberdayaan, pendampingan, pengabdian bagi p...