Langsung ke konten utama

Penetapan Hari Jadi Bawean, Kehadiran Syech Maulana Umar Mas'ud Dijadikan Acuan

Penetapan hari jadi Bawean memasuki proses yang rumit. Sebagai dasar penetapan yaitu kedatangan Syech Maulana Umar Mas'ud sebagai penyebar agama Islam di Pulau Bawean. Awal kedatangannya ada banyak versi.
R. Hozaimi bersama R. Ismail menunjukkan catatan sejarah masuk Syech Maulana Umar Mas'ud ke Bawean


Kehadirannya di Pulau Bawean tercatat dalam sejarah dengan 3 versi yang beda. R. Hozaimi menunjukkan bukti-bukti sejarah, termasuk tulisan Raden Abdul Mukmin tahun 1326 H. Bertuliskan arab berbahasa melayu. Didalam tulisan Raden Abdul Mukmin, menceritakan secara lengkap asal masuknya Syech Maulana Umar Mas'ud ke Pulau Bawean, termasuk keturunannya. 

Tertulis, Syech Maulana Umar Mas'ud datang ke Pulau Bawean melalui Arosbaya Madura, sebelumnya dari Palembang. Pada versi lainnya, menyebutkan Syech Maulana Umar Mas'ud masuk ke Pulau Bawean melalui Sidayu Lawas. Sampai di Pulau Bawean tahun 1501 M, sedangkan versi lain menyebutkan tahun 1601 M. dan tulisan Jacob Vredenbregt dalam bukunya Bawean dan Islam tertulis tahun 1511 M. 

Sedangkan terkait nama, Syech Maulana Umar Mas'ud dan Pangeran Malaulana Siddiq, tetapi sudah bisa diterima pemerhati sejarah. "Jadi persoalannya, yaitu asal masuknya ke Pulau Bawean dan tahun masuknya di Pulau Bawean,” katanya. 

Sumber: JawaPos

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kampung Berwawasan Pendidikan Gresik

DASAR PEMIKIRAN Perubahan selalu dialami oleh semua, baik individu maupun organisasi, tidak ada satupun individu dan organisasi di dunia ini yang tidak mengalami perubahan, bahkan gelombang perubahan makin tak terbendung. Dengan kemajuan teknologi informasi, organisasi kini berada pada lingkungan dinamis dan penuh persaingan. Hal tersebut menuntut individu dan organisasi untuk menyesuaikan cara-cara berusaha dan mencapai tujuan yang diinginkan. The Constant is change , itulah bahasa yang tepat untuk menggambarkan sifat perubahan itu sendiri. seakan-akan mengikuti sabda alam, semua hal mengalami perubahan, apakah berangsur-angsur ataukah drastis. Perubahan itu dapat berupa perubahan kemampuan pengetahuan, perubahan mental, perubahan lingkungan dan yang jelas perubahan itu pasti terjadi mau tidak mau, suka tidak suka. Untuk itu sebagai bagian dari masyarakat sudah seharusnya melibatkan diri dalam usaha pencerahan, pemberdayaan, pendampingan, pengabdian bagi p...