Langsung ke konten utama

Wakil Bupati Hadiri Acara Pemuda Zaman Now

Pemuda zaman now harus punya tekad meraih prestasi. Mereka akan menjadi pemimpin publik di masa depan. Hal itu disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Moh. Qosim di hadapan seratus anak muda di Hotel Sapta Nawa kemarin (10/2). ’’Saya ajak anakanak muda untuk punya mimpi dan cita-cita besar,’’ ujarnya. Kegiatan yang diadakan Yayasan Pemuda Juara (YPJ) itu diikuti sekitar seratus pemuda asli Kota Pudak. Mereka terdiri atas pelajar SMA hingga mahasiswa. 


Program tersebut merupakan bagian dari pembinaan karakter yang diselenggarakan YPJ. Qosim meminta peserta menghindari hal-hal yang menjerumuskan. Misalnya, penyalahgunaan narkoba. Pemuda, lanjut dia, harus fokus mengejar prestasi. Dia juga sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. ’’Kegiatan ini bagus untuk meningkatkan motivasi,’’ katanya. 

Selain itu, Qosim secara simbolis menyerahkan beasiswa kepada 24 peserta yang dinilai berprestasi. Bukan hanya secara akademik, tetapi juga aktif di berbagai kegiatan sosial. Salah satunya, Farhan Abdillah Dalimonthe. Pemuda 20 tahun itu tercatat sebagai presiden BEM Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI). ’’Saya jadi lebih bersemangat untuk terus mengejar prestasi,’’ ucap Farhan. Selain Qosim, forum tersebut menghadirkan Dalu Nuzulul Kirom. Dia adalah pendiri Ternaknesia. Sebuah wadah bagi peternak Jawa Timur untuk mengembangkan usaha ternak. 

"Kehadiran pemuda harus bermanfaat untuk orang lain," kata alumnus teknik elektro ITS itu. Direktur YPJ Boy Cahyo Prihanto menyampaikan, kegiatan tersebut bertujuan memompa semangat dan memotivasi para pemuda. Pengembangan diri bisa dilakukan melalui organisasi, bisnis, maupun kegiatan sosial.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Desa "Karangpoh"

Karangpoh Penamaan desa karangpoh hampir mirip dengan sejarah Penamaan desa Karangturi . Dahulu diceritakan dalam buku berjudul "Sekelumit asal usul nama desa" yang ditulis oleh Loemaksono menceritakan Daerah disekitar Gresik banyak pohon Mangga. Pohon ini dijaga dengan baik oleh masyarakat disana dan dijadikan sebagai mata pencaharian  Penamaan Karang Poh ini tidak lepas dari proses berbuah pohon mangga yang senantiasa mengeluarkan bau harum ketika mulai ranum. Orang jawa menyebut buah mangga yang mulai ranum ini dengan " poh" . Ketika kulit poh yang mulai menguning inilah para petani mulai memanennya. dan dikumpulkan kedalam wadah besar yang terbuat bernama bojog .  Sebagai pegingat dan kenang kenangan tempat ini sekarang dinamai Karang Poh.yang berarti tempat atau hunian yang banyak dijumpai pohon mangga dan orang berjualan poh. Kondisi sekarang tentu sudah banyak berubah kita akan sangat sulit menemukan pohon mangga disana, hanya dibeberapa rumah pe...