Langsung ke konten utama

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kebomas Gresik Dituntut Mundur


Situasi proses belajar mengajar di SMA Negeri 1 Kebomas, Gresik, Jawa Timur, mendadak gaduh dan kisruh, pada Senin (28/5/2018). Para guru dan siswanya kompak melakukan aksi mogok belajar mengajar dengan menggelar unjuk rasa di halaman sekolah setempat. Kekisruhan ini rupanya buntut dari luapan ketidakpuasan atas sikap Kepala Sekolah (Kepsek) Nurus Sobah, yang dinilai kerap bersikap arogan, diktator dan sewenang-wenang dengan disertai ancaman mutasi.

 Tak hanya itu, mereka juga menuntut transparansi keuangan sekolah secara bersama-sama kepada semua warga sekolah. Dan terakhir mereka menanyakan terkait potongan gaji Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) sebesar Rp 750 ribu.

“Sejak awal menjabat 4 tahun lalu, Kepala Sekolahnya ini kerap melontarkan kata-kata makian yang tidak pantas untuk didengar. Kata makian kepada guru itu bahkan sering didengar oleh sejumlah siswa,” ujar salah seorang guru GTT yang enggan disebutkan namanya.

Bukan hanya bersikap arogan, lanjut guru wanita tersebut, Kepsek Nurus Sobah ini juga disinyalir memotong uang gaji GTT dan PTT sebagai ganti atas tunjungan dana kesejahteraan yang dikucurkan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Perwakilan para guru Wahyu Hari Pamuji mengatakan, menyikapi gejolak yang terjadi di lingkungan sekolah ini, para guru dan siswa menghendaki adanya pergantian Kepsek.

“Tuntutan ini kita sampaikan dalam kesepakan bersama secara tertulis,” kata Guru Agama ini. Kini proses mediasi masih berlangsung di ruang Kepsek, dengan dihadiri perwakilan dari Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, aparat kepolisian dan TNI. Sementara para guru dan siswa tampak duduk lesehan di atas lantai sekolah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Damar Kurung Gresik Tembus Kemasan Teh Botol Sosro, Nyala Budaya Lokal Kini Hadir di Jutaan Tangan

INIGRESIK.COM - Siapa sangka, seni tradisi khas Gresik yang identik dengan lentera malam Lebaran kini ikut menyapa masyarakat luas lewat cara yang tak biasa. Di tangan M Anhar Chusnani , damar kurung melompat dari ruang pameran dan panggung lokal, menuju rak minimarket dan meja makan keluarga Indonesia melalui kemasan Teh Botol Sosro edisi khusus 2025 . Langkah ini bukan sekadar kebetulan. Sejak Februari 2025, Anhar bersaing dengan lebih dari 5.000 peserta dalam kompetisi desain kemasan bertema “Kebaikan untuk Sesama” . Karya damar kurungnya berhasil lolos berlapis seleksi: dari 22 ilustrator terbaik hingga akhirnya masuk dalam 8 desain yang diproduksi massal . Puncaknya, ia menerima penghargaan langsung dari Sukowati Sosrodjojo , pemilik Teh Botol Sosro, dalam seremoni Jakarta Illustration Fair, September 2025 . Lebih dari sekadar ornamen visual, Anhar membawa damar kurung sebagai pesan budaya khas Gresik yang layak hadir di ruang sehari-hari. . Tak berhenti di situ, prestasi ...