Langsung ke konten utama

Inilah 7 Destinasi Wisata Baru di Gresik Utara

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemerintah Kabupaten Gresik menyatakan sedikitnya 7 destinasi baru di wilayah Gresik Utara selama dua bulan terakhir. Diantaranya, Wisata Muara Bengawan Solo (WMBS), Wisata Alam Gosari dan Sekapuk (Wagos), Wisata Mangrove Ujungpangkah, Petik Buah Naga Kebonagung, Wisata Sendang Banyu Biru Lowayu, Wisata Bukit Jamur Bungah serta Wisata Exotic Pulau Mengare. 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemkab Gresik, Mighfar Syukur mengatakan muncul tujuh wisata baru menunjukkan sudah ada sarana rekreasi alternatif bagi masyarakat. Selain itu, wujud kreativitas pemerintah desa untuk meningkatkan pendapatan asli sesa. Oleh sebab itu, Pemkab Gresik terus mendukung mendukung dalam bentuk promosi. 


 “Selain promosi melalui pameran wisata, ke depan semua desa wisata akan kami masukkan ke dalam platform aplikasi yang bisa diakses wisatawan yang akan atau mau berkunjung ke Gresik,” kata Mighfar. Misalnya, obyek wisata Wagos Desa Gosari dan Wisata Selo Tirto Giri (Setigi) di kawasan Desa Sekapuk. Kedua wisata itu berada di Kecamatan Ujungpangkah. Kini, obyek wisata ini menjadi alternatif wisatawan selama mengisi libur Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah. “Di kalangan masyarakat, Wagos terbilang baru. 


Namun, beberapa obyek wisata buatan yang ditawarkan sudah kekinian sehingga cocok untuk muda-mudi berlibur. Di sana juga instagramable. Ini cocok bagi yang hobi jeprat jepret karena terdapat puluhan area swafoto yang asyik. Konsep itu yang dijual,” katanya. Mahyudi, pengelola obyek wisata pantai dalegan menuturkan, meski banyak obyek wisata baru, tidak membuat jumlah pengunjung pantai wisata dalegan turun selama musim libur lebaran lalu. “Jumlah pengunjung setiap hari 5.000 orang. Jumlahnya naik dibandingkan hari libur biasa yang hanya berkisar 300 orang sampai 400 orang,” katanya.


Sumber: JawaPos

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Desa "Karangpoh"

Karangpoh Penamaan desa karangpoh hampir mirip dengan sejarah Penamaan desa Karangturi . Dahulu diceritakan dalam buku berjudul "Sekelumit asal usul nama desa" yang ditulis oleh Loemaksono menceritakan Daerah disekitar Gresik banyak pohon Mangga. Pohon ini dijaga dengan baik oleh masyarakat disana dan dijadikan sebagai mata pencaharian  Penamaan Karang Poh ini tidak lepas dari proses berbuah pohon mangga yang senantiasa mengeluarkan bau harum ketika mulai ranum. Orang jawa menyebut buah mangga yang mulai ranum ini dengan " poh" . Ketika kulit poh yang mulai menguning inilah para petani mulai memanennya. dan dikumpulkan kedalam wadah besar yang terbuat bernama bojog .  Sebagai pegingat dan kenang kenangan tempat ini sekarang dinamai Karang Poh.yang berarti tempat atau hunian yang banyak dijumpai pohon mangga dan orang berjualan poh. Kondisi sekarang tentu sudah banyak berubah kita akan sangat sulit menemukan pohon mangga disana, hanya dibeberapa rumah pe...