Langsung ke konten utama

ABG Anak Punk Dikeroyok hingga Tewas, Inilah Sebabnya

Kasus pengeroyokan anak punk yang masih anak bagu gede (ABG) terjadi di Gresik. Alex, 14, remaja asal Desa Telo, Kecamatan Grabakan, Kabupaten Tuban, tewas setelah dikeroyok oleh lima rekannya sesama ABG yang dari komunitas anak punk. Pengeroyokan itu bisa diungkap Satreskrim Polres Gresik beberapa saat setelah kejadian pengeroyokan. Dalam pengejaran, polisi menangkap lima orang ABG yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan. Kelima remaja punk itu masing-masung BB , 16, dan CHY, 13 , keduanya asal Desa Sidayu Lawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Kemudian RGI , 14, warga Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. 

Serta Nas, 15, asal Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban dan TH , 19, warga Desa Lemahduhur, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Kerawang. Mereka terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan dan diamankan polisi di Alun-alun Pasuruan. Kelimanya kini sudah dibawa ke Mapolda Jatim. Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro menyampaikan, dugaan sementara motif utama pengeroyokan tersebut karena ada yang sakit hati kepada korban. Karena korban pernah meminjam pakaian salah satu pelaku namun tidak pernah dikembalikan. 

“Kelima terduga masih dibawah umur. Mereka masih menjalani pemeriksaan,” ujar AKBP Wahyu. Dijelaskan, pengeroyokan tersebut terjadi pada Sabtu (8/12) sekitar pukul 14.00. Mulanya, korban berangkat dari Tuban bersama puluhan temannya hendak ke Surabaya nonton sepakbola di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya. Sesampai di Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kecamatan Kebomas, korban turun dari truk tumpangan dan berjalan menuju lampu merah exit Tol Kebomas. 

Kemudian pelaku menanyakan keberadaan korban kepada Candra , 16 , teman korban. Candra pun menunjukkan keberadaan korban. Korban lalu dihampiri oleh sekitar tujuh pemuda dan diajak ke belakang parkiran Kantor PCNU Gresik yang tak jauh dari exit tol Kebomas. Setelah itu , hingga pukul 14.30 korban tidak muncul atau keluar dari areas parkiran. Candra berusaha mencari ke lokasi dan menemukan korban sudah tergeletak dengan luka parah di bagian kepala dan wajah. “Berdasarkan keterangan saksi, pelaku dan korban saling kenal,” kata mantan Kapolres Bojonegoro. Melihat rekannya terluka parah, Candra melapornya ke polisi yang sedang bertugas di exit Tol Kebomas. 

Korban lalu dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk mendapatkan perawatan medis. “Sekitar pukul 21.00 nyawa korban tidak tertolong setelah sempat menjalani perawatan di IRD,” pungkasnya. Dari hasil olah tampat kejadian perkara (TKP) petugas menemukan paving yang diduga digunakan untuk menghantam kepala korban. 

“Barang bukti paving sudah diamankan. Anggota terus melakukan koordinasi dengan Polres Jajaran untuk mencari keberadaan terduga pelaku yang lain,” imbuh Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo. Sumber: Jawa Pos

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Desa "Karangpoh"

Karangpoh Penamaan desa karangpoh hampir mirip dengan sejarah Penamaan desa Karangturi . Dahulu diceritakan dalam buku berjudul "Sekelumit asal usul nama desa" yang ditulis oleh Loemaksono menceritakan Daerah disekitar Gresik banyak pohon Mangga. Pohon ini dijaga dengan baik oleh masyarakat disana dan dijadikan sebagai mata pencaharian  Penamaan Karang Poh ini tidak lepas dari proses berbuah pohon mangga yang senantiasa mengeluarkan bau harum ketika mulai ranum. Orang jawa menyebut buah mangga yang mulai ranum ini dengan " poh" . Ketika kulit poh yang mulai menguning inilah para petani mulai memanennya. dan dikumpulkan kedalam wadah besar yang terbuat bernama bojog .  Sebagai pegingat dan kenang kenangan tempat ini sekarang dinamai Karang Poh.yang berarti tempat atau hunian yang banyak dijumpai pohon mangga dan orang berjualan poh. Kondisi sekarang tentu sudah banyak berubah kita akan sangat sulit menemukan pohon mangga disana, hanya dibeberapa rumah pe...