Langsung ke konten utama

Minim SDM, MUI Gelar Workshop Perawatan Jenazah

Tidak banyak warga yang siap memandikan jenazah, khususnya di perkotaan, hal demikian membuat MUI Kecamatan Kebomas memberikan pelatihan bagi pemandi jenazah bagi setiap desa / kelurahan, demikian disampaikan oleh Ketua MUI Kebomas Kh Munhamir saat membuka workshop di pendopo kantor Kecamatan Kebomas, Rabu (26/6).

”Di wilayah perkotaan, tenaga pemandi jenazah rata rata sudah tua dan semakan jarang, hal yang demikian membuat kami merasa perlu membuat pelatihan pemandi jenazah kepada generasi muda, dan bahkan di kawasan perumahan seringkali tenaga pemandi jenazah sampai harus mendatangkan dari wilayah yang lain, ” jelas Kh Munhamir. Nara sumber H Muntahal Khoir dari Ponpes Langitan Tuban memulai dengan paparan seputar istilah dan hukum, serta kebiasaan yang berlaku di lingkungan masyarakat , juga melakukan peragaan dengan mengajak salah satu santri. 

” Kebiasaan yang berlaku di masyarakat setiap kali ada orang meninggal, bisa dan boleh dilakukan asal tidak bertentangan dengan syar’i, contohnya di sebelah mayit di beri lampu uplik yg dari minyak tanah, hal ini adalah murni budaya lokal,” jelas ustad yang sudah menghasilkan beberapa buku. Kegiatan perawatan jenazah yang berlangsung di pendopo Kantor Kecamatan Kebomas, di hadiri oleh MUI Kabupaten, Camat beserta Sekcam Kebomas, KUA Kebomas, pengurus MUI Kebomas, dan utusan dari berbagai kelurahan dan desa se kecamatan.

Sumber: Bidik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Desa "Karangpoh"

Karangpoh Penamaan desa karangpoh hampir mirip dengan sejarah Penamaan desa Karangturi . Dahulu diceritakan dalam buku berjudul "Sekelumit asal usul nama desa" yang ditulis oleh Loemaksono menceritakan Daerah disekitar Gresik banyak pohon Mangga. Pohon ini dijaga dengan baik oleh masyarakat disana dan dijadikan sebagai mata pencaharian  Penamaan Karang Poh ini tidak lepas dari proses berbuah pohon mangga yang senantiasa mengeluarkan bau harum ketika mulai ranum. Orang jawa menyebut buah mangga yang mulai ranum ini dengan " poh" . Ketika kulit poh yang mulai menguning inilah para petani mulai memanennya. dan dikumpulkan kedalam wadah besar yang terbuat bernama bojog .  Sebagai pegingat dan kenang kenangan tempat ini sekarang dinamai Karang Poh.yang berarti tempat atau hunian yang banyak dijumpai pohon mangga dan orang berjualan poh. Kondisi sekarang tentu sudah banyak berubah kita akan sangat sulit menemukan pohon mangga disana, hanya dibeberapa rumah pe...